Warga Ulak Pandan Lahat Ancam Laporkan Aparat Kepolisian

Politik  JUM'AT, 14 FEBRUARI 2020 , 19:32:00 WIB

Warga Ulak Pandan Lahat Ancam Laporkan Aparat Kepolisian
RMOLSumsel. Warga Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan menuding aparat Kepolisian setempat telah melindungi perusahaan batubara PT Bara Alam Utama (BAU)  yang melakukan aktivitas ilegal sejak Rabu (12/2020).

Hal itu dikemukakan salah satu warga Desa Ulak Pandan Evan Yusup. Menurut dia, aparat Kepolisian memadati Kantor PT BAU dengan membawa 15 kendaraan kepolisian.

Menurut Evan, warga Ulak Pandan  tengah bersengketa dengan PT BAU yang melakukan perusakan hutan adat pemakaman leluhur, itu terjadi saat PT BAU melakukan kegiatan pertambangan batubaru di desanya.

"Sampai saat ini belum selesai. Ada apa ini terlihat ratusan aparat kepolisian?" katanya dalam sebuah keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/2/2020).

 Padahal sebelumnya, dijelaskan Evan Yusup, warga sudah melakukan koordinasi dengan Kepolisian untuk menolak kegiatan tambang yang dilakukan PT BAU. Namun kehadiran tiba-tiba pihak Kepolisian di kantor perusaahaan tersebut meresahkan warga.

Tidak tinggal diam, Evan mengaku, ia bersama sejumlah warga lainnya memverifikasi tentang apa yang dilakukan kepolisian di tempat itu. Dari beberapa sumber informasi yang dia dapat, keberadaan beberapa personel polisi di  Kantor PT BAU adalah untuk menghalau aksi demonstrasi warga Ulak Pandan. Padahal, kata Evan, isu bahwa akan ada demo itu tidak benar.

 "Kami warga Ulak Pandan tidak ada pergerakan untuk rencana demo. Sedangkan kami saat mau demo, ataupun ada kegiatan keramaian, akan selalu berkoordinasi terlebih dahulu. Jadi ini kami rasa sedikit janggal," ucap Evan Yusup.

Tidak berhenti di situ, aktivis lokal ini mengaku, ia dan warga lain mengecek lokasi tambang PT BAU. Pengecekan dilakukan karena dia menduga kalau keberadaan polisi di kantor tersebut  untuk mengamankan aktivitas pertambangan. Di lokasi, Evan Yusup menemukan bahwa PT BAU telah melanggar perjanjian dengan warga Desa Ulak Pandan.

"Karena itu disimpulkan, keberadaan polisi adalah untuk menjaga kegiatan tambang," katanya. .

Ditegaskan Evan, "Keberadaan personel Kepolisian di Kantor PT BAU bisa berpotensi memunculkan konflik. Kami juga akan menelusuri kenetralan aparat kepolisian, karena mereka lah yang dulu meminta warga agar tidak melakukan aksi," tegas Evan Yusup.

"Tetapi hari ini justru aparat kepolisian lah yang pertama kali berada di lokasi pertambangan dengan alasan bahwa masyarakat akan demo, padahal masyarakat Ulak Pandan tidak ada demo sama sekali," sambungnya.

Lebih lanjut, Evan Yusup berharap agar pihak Kepolisian bisa membantu masyarakat untuk mempertahankan tanah adat yang dijadikan lokasi pertambangan batu bara PT BAU. Jika tidak, kepolisiaan setempat akan dilaporkan kepada otoritas tetringgi pemerintahan.

"Jikalau ada aparat kepolisian di sana, dan tidak berusaha mencegah,  dan tetap membiarkan aktivitas pertambangan, bahkan terkesan mengawal dan mengamankan operasional pertambangan, maka akan kami laporkan ke Presiden, Kapolri, Kapolda dan Gubernur," tandas Evan Yusup.

"Kami ini memperjuangkan hak kami, kami berharap pihak kepolisian itu mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat," tuturnya. [ida]

Komentar Pembaca
Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

RABU, 15 JANUARI 2020 , 19:00:00

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

SENIN, 23 DESEMBER 2019 , 14:58:00

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

SENIN, 06 JANUARI 2020 , 21:33:00