Kapan Corona Berakhir, Terlalu Dini untuk Diprediksi

Lifestyle  KAMIS, 13 FEBRUARI 2020 , 16:10:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Kapan  Corona Berakhir, Terlalu Dini untuk Diprediksi
RMOLSumsel. Direktur Jenderal WHO, Tedros Ghebreyesus mengatakan bahwa terlalu dini untuk membuat prediksi, kapan wabah virus baru corona akan berakhir. Terjadi perlambatan jumlah kasus baru di China belum dapat dijadikan dasar prediksi.

"Wabah ini masih bisa melaju ke arah manapun," kata Tedros Ghebreyesus.

Dilaporkan BBC News Indonesia, Kamis (13/2/2020) bahwa sebelumnya China melaporkan jumlah kasus virus baru corona harian terendah selama dua pekan terakhir, yaitu 2.015 kasus. Virus tersebut telah menewaskan lebih dari 1.100 orang dan menginfeksi sekitar 44.600 orang.

Jumlah harian kasus virus baru corona di China dilaporkan mencapai puncaknya pada pekan lalu ketika menyentuh hampir 4.000 kasus.

Pada Selasa (11/2/2020), ahli epidemiologi China, Zhong Nanshan, mengatakan epidemi di China semestinya memuncak pada bulan ini kemudian menurun.

WHO telah mampu melacak sumber penyebaran hampir semua dari 441 kasus virus baru corona di luar China, kata kepala kedaruratan WHO, Michael Ryan. Menurutnya, hanya delapan kasus yang belum bisa dilacak.

Dia mengatakan jumlah kasus baru di China tampak stabil dan penurunan laju penyebaran kasus di luar Provinsi Jubeiā€"tempat virus pertama kali munculā€"meyakinkan.

"Sebagian besar itu karena operasi kesehatan masyarakat secara besar-besaran di China," kata Ryan.

Namun, dia cepat menambahkan: "Saya pikir terlalu dini untuk mencoba memprediksi awal, pertengahan, atau akhir dari epidemi saat ini."

Sebanyak empat calon vaksi telah mendapat pendanaan untuk tahaop pengembangan pra-klinis, papar Kepala Peneliti WHO, Soumya Swaminathan.

"Saya pikir kami akan menemukan sebuah vaksin. Perlu waktu. Sebuah vaksin tidak bisa diciptakan dalam waktu semalam."

Dirjen WHO, Tedros Ghebreyesus, mengapresiasi Kamboja yang menerima Westerdam, kapal pesiar AS yang sebelumnya ditolak berlabuh di Jepang, Thailand, dan Taiwan meski tidak punya penumpang sakit di dalam kapal.

Sikap Kamboja "merupakan contoh solidaritas internasional yang senantiasa kami serukan," katanya. [ida]

Komentar Pembaca
Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

RABU, 15 JANUARI 2020 , 19:00:00

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

SENIN, 23 DESEMBER 2019 , 14:58:00

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

SENIN, 06 JANUARI 2020 , 21:33:00