Lagi..HOAX tentang Virus Corona

#hashtag  KAMIS, 30 JANUARI 2020 , 08:27:00 WIB

Lagi..HOAX tentang Virus Corona
RMOLSumsel. Di tengah kegamangan dunia akibat wabah Virus Corona jenis 2019-nCoV, rakyat dibuat cemas oleh berbagai hoax.

Para pembuat dan penyebar hoax memanfaatkan situasi di mana, Virus Corona  ini telah menginveksi setidaknya 4.500 orang dan menyebabkan lebih dari 100 orang meninggal dunia di China.

Diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (29/1/2020), jumlah tersebut diprediksi akan meningkat, mengingat penyebaran virus yang sangat cepat, bukan hanya di China, tapi juga di sejumlah negara lainnya di sejumlah negara di dunia.

Dikutip dari Kantor Berita Mengutip BBC, setidaknya ada lima kabar hoax yang beredar dan viral mengenai virus corona di berbagai platform sosial media.

1. Video sup kelelawar
 Sejak virus corona mewabah dan mencuri perhatian publik dunia, muncul spekulasi online tentang asal-usul virus tersebut. Salah satu spekulasi yang banyak diamini dan diyakini banyak pihak adalah bahwa virus tersebut bermula dari kebiasaan warga Wuhan, pusat penyebaran virus corona, yang gemar makan sup kelelawar.

Hal ini diperburuk oleh banyaknya video yang beredar yang menunjukkan warga China makan sup kelelawar. Salah satu video yang viral tersebut menunjukkan seorang wanita China tersenyum sambil memegang kelelawar utuh yang dimasak dengan sup.

Wanita itu mengatakan bahwa kelelawar itu sangat lezat dan rasanya seperti daging ayam. Video itu memicu banyak kecaman dan banyak pengguna sosial media yang menyalahkan kebiasaan makan sup kelelawar dengan virus corona.

Padahal, seperti dikabarkan BBC, setelah diusut, diketahui bahwa video itu tidak direkam di Wuhan atau wilayah lainnya di China. Sang wanita dalam video itu adalah blogger populer bernama Wang Mengyun. Dia merekam video itu pada awal tahun 2016 selama perjalanannya ke Palau, yakni sebuah kepulauan di Samudra Pasifik barat.

Video itu menjadi sorotan di media sosial baru-baru ini setelah kasus virus corona muncul di Wuhan akhir tahun lalu. Mengetahui situasi tersebut, Mengyun meminta maaf dan mengatakan bahwa dia hanya mencoba memperkenalkan kehidupan orang-orang lokal melalui videonya pada saat itu.

2. Corona adalah wabah yang direncanakan
Saat Amerika Serikat mengkonfirmasi kasus pertama dari virus corona minggu lalu, beberapa dokumen mulai beredar di Twitter dan Facebook yang sekilas tampaknya menunjukkan bahwa banyak ahli telah mengetahui virus selama bertahun-tahun lalu. Salah satu pengguna pertama yang mengemukakan dugaan ini adalah YouTuber Jordan Sather yang kerap mengangkat soal teori konspirasi.

Dalam utas panjang di Twitternya, dia membagikan tautan ke paten tahun 2015 yang diajukan oleh Pirbright Institute di Surrey, Inggris, yang berbicara tentang pengembangan versi yang lebih lemah dari virus corona untuk potensi penggunaan sebagai vaksin untuk mencegah atau mengobati masalah pernapasan.

Tautan yang sama juga telah banyak beredar di Facebook, terutama dalam kelompok konspirasi dan anti-vaksinasi. Selain itu, Sather mengangkat fakta bahwa yayasan miliki miliarder Bill Gates, yakni Bill & Melinda Gates Foundation adalah donor untuk Pirbright dalam pengembangan vaksin.

Dia menduga bahwa virus yang mewabah saat ini sengaja dibuat untuk menarik dana untuk pengembangan vaksin.

"Dan berapa banyak dana yang telah diberikan Gates Foundation untuk program vaksin selama bertahun-tahun? Apakah pelepasan penyakit ini direncanakan? Apakah media digunakan untuk menghasut ketakutan di sekitarnya?" tulis Sather.

Namun BBC memuat bahwa paten Pirbright bukan untuk coronavirus baru, melainkan mencakup virus bronkitis infeksi unggas, yakni anggota keluarga coronavirus yang lebih luas yang menginfeksi unggas. Adapun spekulasi tentang Yayasan Bill & Melinda Gates, juru bicara Pirbright Teresa Maughan mengatakan kepada Buzzfeed News bahwa pekerjaan khusus lembaga itu dengan virus bronkitis infeksius tidak didanai oleh yayasan tersebut.

3. Konspirasi senjata biologis
Klaim tidak berdasar lainnya yang telah menjadi viral online menyebut bahwa virus itu adalah bagian dari program senjata biologi rahasia China dan mungkin telah bocor dari Institut Virologi Wuhan. Banyak laporan yang mendorong teori tersebut, termasuk dua artikel Washington Times yang banyak dibagikan, yang keduanya mengutip mantan perwira intelijen militer Israel yang mengeluarkan klaim tersebut. Namun, tidak ada bukti yang diberikan untuk klaim dalam dua artikel tersebut. Selain itu sumber Israel yang dikutip dalam laporan tersebut mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada bukti atau indikasi untuk menunjukkan ada kebocoran virus itu.

4. Tim mata-mata Kabar hoax lainnya yang juga beredar, menghubungkan virus corona dengan penangguhan seorang peneliti di Laboratorium Mikrobiologi Nasional Kanada. Dia adalah ahli Virologi Dr Xiangguo Qiu. Menurut laporan media Kanada CBC tahun lalu, dia, suaminya, dan beberapa muridnya dari China dikeluarkan dari lab menyusul kemungkinan "pelanggaran kebijakan.

Meski begitu, Polisi Kanada pada saat itu mengatakan bahwa tidak ada ancaman terhadap keselamatan publik. Sementara itu laporan tidak berdasar lainnya menyebut bahwa Dr Qiu telah mengunjungi Laboratorium Keamanan Hayati Nasional Wuhan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China dua kali setahun selama dua tahun belakangan.

Hal itu diduga memiliki kaitan dengan penyebaran virus corona yang bermula di Wuhan akhir tahun lalu. Rumor yang juga tidak berdasar lainnya yang menyebar di sosial media menyebut bahwa Dr Qiu dan suaminya adalah "tim mata-mata". Mereka disebut-sebut telah mengirim patogen ke fasilitas Wuhan.

Rumor yang sama menyebut bahwa suaminya berspesialisasi dalam penelitian coronavirus. Namun tidak satupun dari rumor-rumor tersebut memiliki rujukan yang resmi dan meyakinkan.

5. Video "perawat" Wuhan
Sejak mewabahnya virus corona, banyak video yang beredar di sosial media yang mengklaim menujukan situasi di Wuhan dan China. Salah satu video yang beredar diklaim diambil oleh dokter atau perawat di provinsi Hubei, China. Wanita yang dalam video itu diduga adalah seorang perawat di rumah sakit Wuhan.

Namun, dia sama sekali tidak mengaku sebagai perawat atau dokter dalam video itu. Sehingga, tampaknya ini hanyalah asumsi dari pihak yang telah mengunggah berbagai versi video ke media sosial. Wanita itu, yang tidak mengidentifikasi dirinya, mengenakan pakaian pelindung di lokasi yang tidak diketahui. Namun, setelan dan topengnya tidak cocok dengan yang dikenakan oleh staf medis di Hubei.

Dia mengklaim bahwa jumlah sebenarnya orang yang terinfeksi di China adalah 90 ribu. Namun fakta itu tidak diungkap ke publik. Menurut angka resmi, sejauh ini ada lebih dari 4.500 infeksi yang dikonfirmasi. Meski begitu, lagi-lagi klaim tersebut tidak berdasar dan tidak memiliki rujukan yang jelas.[*]



Komentar Pembaca
Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

RABU, 15 JANUARI 2020 , 19:00:00

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

SENIN, 23 DESEMBER 2019 , 14:58:00

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

SENIN, 06 JANUARI 2020 , 21:33:00