MENUJU PERADABAN

Suri Tauladan Perdamaian

oleh Jaya Suprana

OPINI  MINGGU, 19 JANUARI 2020 , 12:49:00 WIB

Suri Tauladan Perdamaian
AKIBAT lama bermukim di Jawa Tengah, wajar jika saya agak Jawa Tengah sentris. Maka semula saya meyakini Kerajaan Islam pertama di persada Nusantara adalah Kerajaan Demak di pesisir utara Jawa Tengah.

Setelah membaca naskah tulisan sahabat saya yang tokoh sejarawan Indonesia Hendri F Isnaeni di Majalah Historia Nomor 6 Tahun 1/ 2012 saya tersadarkan bahwa anggapan saya keliru.

Ternyata Kerajaan Islam pertama Nusantara bukan Kerajaan Demak atau Kerajaan Agung Sejagat maupun  Sunda Empire, apalagi The Empire Strikes Back. Tetapi, Kerajaan Perlak.
 
Sultan Alaiddin

Mas Hendri berkisah tentang makam Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah di Peureulak, Aceh Timur yang membuktikan bahwa kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Kerajaan Perlak.

Menurut penjaga makam Sultan Alaiddin, Tengku Abdulla Muhammad, sebelum Islam masuk,  daerah Perlak sudah berhubungan dengan para pedagang dari Arab, China, India, dan sebagainya. Maraknya perdagangan kayu Perlak, yang menjadi muasal nama daerah ini.

Sumber lain menyebut nama orang yang membuka daerah itu: Pho He La Sjahir Nuwiy. Selain berdagang, warga Perlak mempunyai berbagai keahlian mulai pertanian hingga taktik perang. Mereka juga berdakwah dan menikah dengan penduduk lokal.

Seorang pendakwah bernama Sayid Ali Al-Muktabar, merupakan cucu Khalifah Ali bin Abi Thalib. Dia menikah dengan putri kerajaan Perlak, Putri Makhdum Tansuri, melahirkan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah yang nantinya menjadi sultan pertama kerajaan Islam Perlak.

Samudra Pasai

Dari Perlak, pengaruh Syiah merambah Kerajaan Samudra Pasai yang didirikan pada 1042 oleh Meurah Giri, kerabat Sultan Mahmud Syah Johan Berdaulat dari Kerajaan Perlak yang menganut Sunni.

Meurah Giri jadi sultan pertama dengan gelar Maharaja Mahmud Syah. Keturunannya memerintah Pasai sampai 1210.

Pasca kematian Sultan Al-Kamil yang tak meninggalkan putra mahkota, terjadi perang saudara. Pada 1261 Meurah Silu yang merupakan keturunan Sultan Perlak, mengambil alih kekuasaan Pasai.

Meurah Silu adalah seorang Islam sejak awal, bukan diislamkan kemudian. Akan tetapi Islamnya adalah Islam Syiah, yaitu mazhab yang berkembang di Perlak," tulis Ahmad Jelani Halimi, sejarawan Universitas Sains Malaysia, dalam Sejarah dan Tamadun Bangsa Melayu.

Syiah

Berdasar masukan informatif sahabat saya yang mendirikan majalah Historia yang memperoleh anugrah MURI sebagai majalah sejarah pertama di Indonesia tersebut, saya memperoleh kesadaran bahwa kerajaan Islam tertua di persada Nusantara didirikan bukan oleh para penganut Sunni yang kini mayoritas di Indonesia namun justru oleh penganut Syiah.

Bahwa sehingga masa kini para penganut Sunni dan Syiah terbukti dapat hidup berdampingan secara damai di Indonesia pada hakikatnya merupakan sebuah suri teladan bagi seluruh masyarakat dunia.

Suri teladan bahwa perbedaan mazhab keagamaan sebenarnya sama sekali bukan alasan bagi umat manusia di planet bumi ini untuk saling mencurigai, saling membenci apalagi saling membinasakan.[rmol]

Penulis adalah pembelajar sejarah Nusantara


Komentar Pembaca
Menelusuri Geometri

Menelusuri Geometri

JUM'AT, 07 FEBRUARI 2020

Andaikata Saya Presiden RRC

Andaikata Saya Presiden RRC

KAMIS, 06 FEBRUARI 2020

Lanjutan Humor Banyumasan

Lanjutan Humor Banyumasan

SELASA, 04 FEBRUARI 2020

Menghitung Hari

Menghitung Hari

MINGGU, 02 FEBRUARI 2020

Silbo Gomero

Silbo Gomero

RABU, 29 JANUARI 2020

Menguak Tabir Misteri 25

Menguak Tabir Misteri 25

MINGGU, 26 JANUARI 2020

Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

Betapa Bersahajanya Kapolri Idham

RABU, 15 JANUARI 2020 , 19:00:00

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

Peresmian B30, Ahok pun Mendampingi

SENIN, 23 DESEMBER 2019 , 14:58:00

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

Resmi..Palembang Punya Pasar Duren

SENIN, 06 JANUARI 2020 , 21:33:00