Soal Natuna, Istana 'Tertawakan' DPR RI

Politik  MINGGU, 12 JANUARI 2020 , 20:04:00 WIB

Soal Natuna, Istana 'Tertawakan' DPR RI
RMOLSumsel. Anggota DPR RI yang gencar mengecam Pemerintah RI sehubungan masuknya kapal nelayan dan Coast Guard China ke Zona Ekonomi Eksklusif  (ZEE) Indonesia,  tidak sesuai perbuatan mereka saat membahas anggaran khususnya untuk Angkatan Laut (AL).

Hal itu dikatakan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin, di mana ia menyebut bahwa persoalan kurangnya upaya preventif tersebut merupakan cerita lama.

Ketika dia menjadi Anggota Komisi I DPR RI 2004-2009, usulan anggaran untuk Angkatan Laut (AL) yang diajukan ditolak. Padahal anggaran itu digunakan untuk biaya patroli di laut-laut perbatasan mengingat Indonesia memiliki luas perairan yang lebih besar.

Melihat pelanggaran yang dilakukan oleh China saat ini, ia menyoroti sikap Komisi I DPRI RI yang seharusnya bisa belajar dan meningkatkan anggaran AL alih-alih mengkritisi pemerintah.

"Fadli Zon jangan nyinyir-nyinyir mulu. Pada posisi inilah DPR mesti ada," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Pantang Keok Hadapi Tiongkok' di Upnormal Coffee, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta, Minggu (12/1).

"DPR RI Komisi I wajib hukumnya berbicara dengan pemerintah dan menyetujui usulan-usulan pemerintah atas alokasi anggaran untuk kepentingan-kepentingan AL kita di Natuna dan daerah-daerah terluar lainnya," paparnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Lebih lanjut, Ali menggambarkan, saat ini kakuatan AL Indonesia sangat buruk. Kapal-kapal dan senjata yang digunakan adalah kapal tahun 1950-an.

"Itu senjata rusak bung. Yang dipakai saja ditutup dengan terpal untuk menakut-nakuti orang," gambarnya dengan nada miris.[*]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00