Koruptor Dihukum Mati, Retorika Jokowi?

Hukum  MINGGU, 15 DESEMBER 2019 , 13:53:00 WIB

Koruptor Dihukum Mati, Retorika Jokowi?

NET

RMOLSumsel. Persoalan korupsi memerlukan upaya luar biasa yang melibatkan semua stakeholders. Pemberantasan korupsi tidak boleh hanya mengandalkan pada satu pihak saja, dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Begitu kata Ketua Baleg DPR  (Baleg) DPR Supratman Andi Agtas dalam diskusi 'Koruptor Dihukum Mati, Retorika Jokowi?” di Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (15/12).

"Kalau hanya dibebankan KPK saya bilang sampai kiamat pun KPK nggak bisa bergerak sendiri. Karena KPK hanya salah satu unsur dari pemberantasan korupsi," ujarnya.

Politisi Gerindra ini mengatakan bahwa konsep pemberantasan tindak pidana korupsi tidak hanya bergantung pada jenis pemidanaan.

"Karena kalau kita melihat itu saja, pemberantasan korupsi hanya melihat dalam arti kata sempit," katanya

Untuk itu, Supratman menyatakan harus ada keseriusan dari berbagai pihak untuk melakukan pemberantasan korupsi.  Salah satu caranya dengan pendidikan karakter.

"Kenapa pendidikan karakter? Di negara-negara Skandinavia untuk menghasilkan orang cerdas yang paling penting bukan hanya pendidikan. Tapi yang ditekankan di sana sejak usia dini adalah bagaimana anak-anak itu bisa dibekali nilai-nilai antikorupsi," ungkapnya.

Ucapan Supratman itu bukan tanpa alasan, dia mengaku sudah melihat banyak koruptor yang masih bisa tersenyum, meski sudah mengenakan pakaian tahanan oranye dan ditangkap oleh KPK.

"Artinya upaya melakukan labelisasi dan memberikan hukuman sosial pada para koruptor belum dilakukan secara maksimal," pungkasnya. [irm]

Komentar Pembaca
Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00

Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00