Trend Digital Mengubah Behavior Masyarakat Bertransaksi

Ekonomi  SABTU, 14 DESEMBER 2019 , 09:36:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Trend Digital Mengubah Behavior Masyarakat Bertransaksi
RMOLSumsel. Saat ini masyarakat Indonesia secara luas telah terpapar dengan kegiatan digital. Menurut Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank IndonesiaFilianingsih Hendarta, trend digital ini telah mengubah pola atau behavior (tingkah laku) dalam melakukan transaksi sehari-sehari.

Dan hal itu telah menjadi tuntutan dari masyarakat yang menginginkan transaksi yang cepat, aman, efisien dan paling penting murah. QRIS yang dilaunching hari ini, merupakan Quick Respon yang berstandar.

Dimana, Quick Response Code Indonesia Standard yang merupakan salah satu implementasi dari visi sistem pembayaran Indonesia kedepan berbasis digital.

"Transaksi membeli barang maupun jasa, saat ini sudah beda. Kalau dulu kita pakai uang, sekarang penggunaan non tunai maupun pebayaran via gadget sudah menjadi trend. Hari ini secara resmi kita melaunching QRIS dan Palembang jadi kota percontohan untuk mendorong implementasi QRIS melalui transaksi di gerai UMKM," ungkapnya disela-sela Launching QRIS di hotel Aryaduta Palembang, Jumat (13/13/19).

Keberadaan QRIS ini, memberikan harapan-harapan, transkaso bisa cepat, aman murah dan efisien. Karena pedagang tidak perlu menyediakan apa-apa, cukup dengan stiker yang akan disediakan, maka semua transaksi dengan berbagai merchand bisa lebih cepat aman dan efisien.

"Jadi tidak perlu macem-macem. Dengan stiker itu bisa di scan menggunakan smart phone dan duitnya juga bisa langsung masuk," terangnya.

Ada berbagai manfaat yang dirasakan oleh masyarakat saat ini. Selain tidak perlu repot-repot membawa uang tunai dan pedagang jadi lebih efisien serta aman.

"Kalau dulu pedagang harus menyediakan uang kembalian, sekarang tidak perlu lagi, juga terhindar dari uang palsu," ulasnya.

BI berharap mendapat dukungan masyarakat terkait peluncuran QRISH, mulai dari sektor Pariwisata dan hingga masyarakat umum secara luas.

"Kita memilih Palembang, karena kota ini memiliki keunikan khusus. Karena tidak ada pempek di kota lain" tandasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00