MENUJU PERADABAN

Bimaristan

Oleh: Jaya Suprana

OPINI  SABTU, 14 DESEMBER 2019 , 07:15:00 WIB

Bimaristan
 DI bangku sekolah pada masa remaja, saya memperoleh pengajaran sejarah berdasar warisan penjajah Belanda yang lebih mengedepankan sejarah peradaban Nasrani ketimbang Islam.

Maka semula saya meyakini bahwa lembaga yang di Indonesia disebut sebagai "rumah sakit" berasal dari lembaga yang di Belanda disebut sebagai "ziekenhuis" dipelopori lembaga yang dikelola para biarawan Nasrani yang di Perancis semula disebut sebagai "hôtel-Dieu" (Penginapan Tuhan).

Hotel-Dieu kemudian disebut sebagai hopital” yang di Inggris disebut sebagai hospital .

Bimaristan

Baru setelah mempelajari peradaban Islam, saya tersadarkan bahwa ternyata peradaban Islam memiliki peran penting dalam sejarah pengembangan rumah sakit yang oleh masyarakat Islam disebut sebagai Bimaristan bermakna "rumah penyembuhan orang sakit".

Di halaman Masjid Agung Nabi Muhammad SAW di Kota Madinah diselenggarakan pelayanan kesehatan masyarakat.

Selama kemelut Ghazwat al-Khandaq, Nabi Muhammad SAW memerintahkan pendirian tenda khusus untuk memberikan pertolongan medis kepada para serdadu yang terluka.

Khalifah Ummayah al-Walid bin Abd al-Malik membangun Bimaristan pertama di Damaskus pada tahun 707 Masehi yang memilki staf dokter dan apoteker profesional.

Kemudian di Bagdad, Sultan Harun al-Rashid menginstruksikan  tim pelayanan kesehatan di bawah pimpinan Jabril ibn Bukhtishu mendirikan Bimaristan.

Selanjutnya Bimaristan berkembang di Mesir, Libia, Tunisia, Aljazair, Marokko, Turki, Spanyol.

Pengabdian

Bimaristan tidak difungsikan sebagai lembaga bisnis. Pelayanan Bimaristan gratis sebab honor para dokter dan perawat dibayar dengan dana wakaf maka juga tidak perlu ada BPJS.

Bimaristan melayani semua orang tanpa memandang latar belakang ras, agama, kewarganegaraan, atau jenis kelamin mereka.

Tujuan utama pengabdian semua dokter dan staf rumah sakit adalah bekerja sama menyehatkan para pasien.

Tidak ada pasien ditolak dan tidak ada batasan waktu bagi  pasien rawat inap. Bimaristan wajib merawat kesehatan semua pasien sampai sepenuhnya pulih.

Pria dan wanita dirawat di bangsal yang terpisah tetapi  diperlengkapi pelayanan yang sama.

Bangsal-bangsal dibagi menjadi penyakit mental, penyakit menular, penyakit tidak menular, pembedahan, obat-obatan, dan penyakit mata.

Pasien dirawat oleh perawat dan staf berjenis kelamin sama dengan pasien.

Medical Record

Bimaristan memiliki ruang kuliah, dapur, apotek, perpustakaan, masjid bahkan kapel untuk pasien Nasrani. Para musisi dan penyair diundang untuk menghibur para pasien.

Bimaristan bukan hanya tempat untuk merawat pasien namun  juga berfungsi sebagai sekolah untuk mendidik dan melatih para calon dokter dan perawat.

Persiapan sains dasar dipelajari melalui tutor pribadi.

Bimaristan adalah lembaga pertama yang mengarsip medical record sebagai catatan tertulis perawatan medis para pasien.

Siswa bertanggung jawab dalam menyimpan catatan kesehatan pasien yang kemudian diedit oleh dokter serta dirujuk pada perawatan di masa selanjutnya.[rmol]

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dan peradaban dunia.


Komentar Pembaca
Menguak Tabir Misteri 25

Menguak Tabir Misteri 25

MINGGU, 26 JANUARI 2020

Menghayati Kualatisme

Menghayati Kualatisme

JUM'AT, 24 JANUARI 2020

Serendipiti Machu Picchu

Serendipiti Machu Picchu

KAMIS, 23 JANUARI 2020

Bersatu Merayakan Imlek

Bersatu Merayakan Imlek

SENIN, 20 JANUARI 2020

Ngono yo Ngono..

Ngono yo Ngono..

SENIN, 20 JANUARI 2020

Suri Tauladan Perdamaian

Suri Tauladan Perdamaian

MINGGU, 19 JANUARI 2020

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00