Tidak Menyanggah Dakwaan, Luthfi Berharap Dibebaskan

Hukum  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 , 20:32:00 WIB

Tidak Menyanggah Dakwaan, Luthfi Berharap Dibebaskan
RMOLSumsel. Setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan, pengacara Dede Luthfi Alfiandi tidak menyampaikan bantahan. Namun di sisi lain, Luthfi berharap dirinya akan divonis bebas.


Lutfhi disidang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat hari ini, Kamis (12/12).  Ia pemuda berusia 20 tahun yang membawa bendera Merah Putih saat aksi di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan dan sempat viral di dunia maya. Ia ditangkap aparat dan dituduh sebagai salah satu provokator kerusuhan.

"Minta doanya saja untuk sidang ini," katanya di PN Jakarta Pusat tadi.

Diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, usai sidang perdana tadi, Luthfi sempat menangis tersedu-sedu dan memeluk erat-erat ringkih tubuh sang ibu yang bernama Nurhayati di hadapan wartawan. Dia juga terlihat sesekali mencium kening ibunya.

Sementara Nurhayati menaruh harapan besar agar pengadilan membebaskan anaknya yang bernama Lutfhi. Sebab dia tidak yakin anaknya tidak bersalah dan akan bebas dari kasus tersebut.

"Pokoknya bebas, harapan saya bebas. Anak saya tidak bersalah, ujarnya penuh harap sembari meneteskan air mata.

Saat agenda sidang menginjak pembacaan surat dakwaan, suasana riuh menghiasi ruangan sidang. Di dalam persidangan, sejumlah pengunjung yang didominasi oleh ibu-ibu meyakini bahwa Luthfi tak bersalah.

"Bebaskan Luthfi, bebaskan Luthfi," teriak mereka.

Luthfi ditangkap oleh polisi karena diduga menjadi provokator saat aksi di depan DPR pada 30 September 2019.

Dalam sidang, Lutfhi mendapat dukungan moral dari para elite politik, Di antaranya Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule, Anggota Dewan Kehormatan Partai Gerindra Habiburrokhmanm dan Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

Sidang akan dilanjut pada 18 Desember mendatang. Sidang pekan depan akan beranggotakan pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum.

Persidangan diakhiri setelah penasihat hukum  Luthfi tidak memberi bantahan atas dakwaan yang dibacakan.

Mereka juga meminta penangguhan penahanan karena alasan terdakwa masih muda. Surat penangguhan diteken langsung oleh Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto.

Sementara JPU meminta waktu selama seminggu untuk menyiapkan saksi. [ida]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00