Hormati Putusan MK tapi Parpol-Rakyat Harus Selektif

Politik  KAMIS, 12 DESEMBER 2019 , 19:25:00 WIB

Hormati Putusan MK tapi Parpol-Rakyat Harus Selektif
RMOLSumsel. Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak semua pihak menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK), yang memperbolehkan mantan koruptor ikut Pemilu Kepala Daerah (Pilkada). Namun partai politik (parpol) dan pemilih harus sama-sama selektif.

Ya. MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi mengenai pasal pencalonan mantan narapidana di pilkada. MK menyebut mantan napi korupsi baru bisa mencalonkan diri lima tahun setelah masa hukumannya berakhir.

"Kita harusnya menghormati putusan yang sudah dilakukan oleh MK," ujar Puat di Gedung Nusantara, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12).

Puan menyebut, meski sudah diperbolehkan tetap saja partai politik harus selektif dalam memilih calon kepala daerah. Salah satunya, jika memang terpaksa mengusung mantan napi korupsi.

"Pilkada yang akan datang itu tentu saja artinya semua partai politik harus melihat rekam jejak calon-calonnya apakah kemudian sudah melewati jeda 5 tahun terkait hal-hal yang seperti itu," jelasnya seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.

Sebagai kader PDI Perjuangan, Puan memastikan bahwa partainya akan menjadikan putusan MK sebagai pedoman dalam mempersiapkan pilkada tahun depan.


"Saya rasa mekanisme di internal PDIP akan mengikuti keputusan MK tersebut," pungkasnya. [ida]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00