Polda Sumsel Bongkar Pabrik Mie Berformalin

Laporan : Haris Suprapto

Ragam  RABU, 11 DESEMBER 2019 , 10:45:00 WIB

Polda Sumsel Bongkar Pabrik Mie Berformalin

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel kembali membongkar pabrik pembuatan mie dengan campuran formalin yang diketahui sudah lima tahun beroperasi di Jalan Putri Rambut Selako, Lorong Jadida, Kecamatan IB I Palembang, pada 5 Desember lalu.

Upaya penyergapan dilakukan setelah sebelumnya anggota Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan sebuah mobil pick up L300 dengan nomor polisi BG 8067 IV mengangkut membawa mie basah saat melintas di Jalan Tasik, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit Kecil Palembang, pada Rabu (4/12) malam.

Informasi yang didapat, jika mie basah diduga mengandung bahan tambahan berbahaya itu berasal dari pabrik yang diketahui merupakan milik tersangka Frenky Wijaya alias Ahua, sehingga polisi kembali melakukan pengembangan.

Dari penyergapan yang dilakukan polisi mengamankan 49 karung berisi 2.450 kg mie basah diduga mengandung formalin siap edar, dua kantong plastik warna kuning berisi 20 kg mie basah, dua galon air minum bekas wadah formalin, satu galon ukuran 19 liter berisi cairan formalin dan satu jeriken plastik warna ungu berisi 10 liter cairan formalin.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel Kombes Pol Zulkarnain mengatakan, bersama sejumlah barang bukti pihaknya juga mengamankan pemilik usaha bernama Frengky Wijaya alias Ahua dari rumahnya di Jalan Mayor Ruslan, Kecamatan IT II Palembang.

Kita sudah mengirimkan sampel ke BPOM, ternyata benar mengandung formalin. Ini juga buktinya sudah satu minggu pasca diamankan, kondisinya masih utuh, ini benar-benar tidak baik buat kesehatan. Sebab kalau mie tidak mengandung formalin maksimal hanya bertahan dua hari,” kata Zulkarnain saat gelar hasil ungkap kasus di Mapolda Sumsel, Selasa (10/12).

Dirinya menambahkan, atas perbuatan tersebut pelaku akan dijerat Pasal 136 huruf b Undang-undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan Jo Pasal 8 ayat (1) Permenkes Nomor 033 tahun 2012 tentang bahan tambahan pangan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Sementara itu tersangka Ahua mengaku, jika pabrik mi yang didirikannya sejak 2015 itu dapat menghasilkan 1 ton mie per hari dengan omset Rp13 juta sehari. Bahkan selain Palembang, mie tersebut juga dipasarkan ke wilayah Palembang, Prabumulih, Ogan Ilir serta Banyuasin.

Usaha ini sudah lima tahun saya dirikan, dalam satu hari dapat memproduksi satu ton dengan harga jual Rp5.500 per kilogram,” ucapnya. [irm]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00