Terus Kritik Erick, Arief Poyuono Dinasihati dengan Pedas..

Politik  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 23:35:00 WIB

Terus Kritik Erick, Arief Poyuono Dinasihati dengan Pedas..
RMOLSumsel. Peneliti Alpha Research Database Indonesia Ferdy Hasiman mengaku heran melihat Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Arief Poyuono, yang dengan gencar mengkritik langkah Menteri BUMN Erick Thohir untuk melakukan reformasi birokrasi di sejumlah perusahaan pelat merah.

Dengan pedas Ferdi menegaskan, Arief seharusnya mendukung langkah Erick, bukan malah terus mengkritik, hingga terkesan anti terhadap langkah Erick 'membersihkan' manajemen PT Garuda Indonesia yang selama ini terus merugi.

"Saya harap Arief Puyuono belajar dari Garuda untuk menerima reformasi BUMN ala Erick Thohir. Erick sudah mulai sesuatu yang baik di  BUMN, harusnya didukung," ujar Ferdy seperti diberitakan jpnn.com, Selasa (10/12).

Ferdy kemudian memaparkan bahwa selama ini banyak perusahaan BUMN tidak dikelola secara efisien. Akibatnya, malah membebani keuangan negara. Di antaranya PT Garuda Indonesia.

"Kalau dilihat dari industri transportasi sendiri, Garuda itu enggak mesti merugi. Antara 2014-2018 Garuda rata-rata mengangkut penumpang19 juta jiwa per tahun. Memang di 2018 sedikit turun 18 juta karena harga tiket naik," ucapnya.

Fakta lain, harga minyak dunia juga cenderung turun rata-rata USD 50-60 per barrel. Artinya,  secara logika biaya bahan bakar seperti Garuda tentunya juga turut menurun.

Kemudian, Garuda juga punya unit usaha di segment low cost carrier seperti Citylink, yang diyakini dapat membantu menurunkan harga tiket. Paling tidak, pangsa pasar Garuda bisa semakin luas sehingga meraup untung besar.

"Nah,  dengan kondisi itu saya kira Garuda harusnya untung. Tetapi nyatanya terbalik. Pendapatan perusahaan memang bagus, tetapi Garuda malah menanggung biaya yang tidak perlu.

Ferdy kemudian memaparkan salah satu contoh. Pada kuartal ketiga 2019, Garuda mencatat biaya operasional hotel USD 24 juta, sementara pendapatan dari usaha hotel cuma USD 12 juta.

"Pertanyaannya, buat apa Garuda punya bisnis hotel? Kalau merugi ngapain masih bisnis hotel?" pungkas Ferdy. [ida]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00