Ortu Meninggal, Sertifikat "Dipendam" Bank Syariah Mandiri Bertahun-tahun

Sosial  SELASA, 10 DESEMBER 2019 , 09:47:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Ortu Meninggal, Sertifikat
RMOLSumsel. Hendra, ahli waris atau anak dari almarhum Muslimin, warga Desa Seleman Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dilanda kebingungan sekaligus merasa aneh dan janggal terhadap Bank Syariah Mandiri (BSM) cabang Baturaja.

Pasalnya, sertifikat almarhum ayahnya yang menjadi agunan di Bank tersebut tidak kunjung diserahkan, sejak almarhum meninggal dunia di tahun 2014 lalu sampai sekarang. Padahal pinjaman almarhum dijamin oleh asuransi.

Berawal dari almarhum Muslimin, ayah Hendra yang mengajukan pinjaman dana di Bank Syariah Mandiri Baturaja di tahun 2012 silam, sebesar Rp200 juta.

Agunan yang dijaminkan kala itu yaitu berupa 4 (empat) sertifikat, karena hal itu merupakan syarat mutlak bagi pengajuan pinjaman.

Singkat cerita, di tahun 2014, takdir berkata lain. Muslimin, ayah Hendra meninggal dunia.

Nah sesuai perjanjian, bilamana terjadi suatu resiko (si peminjam meninggal), maka sisa pinjaman akan diselesaikan oleh pihak asuransi.

Dan ahli waris almarhum dapat memperoleh kembali agunan yang dijaminkan berupa sertifikat tadi.

Menurut Hendra, sisa hutang ayahnya itu sekitar Rp75 jutaan lagi.

"Secara hukumnya begitu. Sisa hutang ayah saya itu, kan dibayar asuransi. Tapi ketika kami mau ambil sertifikat, kok diulur-ulur terus sampai sekarang," sesal Hendra kepada rmolsumsel, petang (9/12) tadi.

Menurut Hendra, alasan pihak Bank kepadanya, bermacam-macam. Dan tak kunjung kelar, kendatipun sudah 3 (tiga) "orang marketing Bank" yang ngurus masalah tersebut. Bermula dari Sdr Rizki, Roni dan terakhir Dede.

Tak cukup sampai disitu, Hendra pun suatu ketika pernah hendak bertemu dengan pimpinan Bank tersebut. Namun tak diperkenankan ketemu. Lagi-lagi diulur.

"Dulu alasannya, baru dibayarkan pihak asuransi Rp25 juta. Artinya sisa hutang ayah saya itu belum dibayar full oleh pihak asuransi. Makanya sertifikat ayah saya tak bisa keluar. Sebab pihak Bank katanya mau ajukan banding ke pihak asuransinya," beber Hendra.

Alasan tersebut menurut Hendra diduga akal-akalan saja. Sebagai ahli waris, tentu dirinya tak mau tahu soal urusan pihak bank dengan pihak asuransi. Dirinya hanya menginginkan kembalinya sertifikat ayahnya. Itu saja. Apalagi, ayahnya selaku peminjam selama ini tak pernah menunggak bayaran tiap bulan ke bank tersebut.

"Jadi intinya saya sudah berkali-kali datang Bank tersebut. Sampai masalah ini dilimpahkan dari pak Rizki ke pak Roni, bahkan sampai pak Roni pindah ke Palembang. Terakhir Pak Roni bilang ke saya, bapak duduk manis saja biar kami yang urus. Nyatanya dak selesai juga. Jadi pertanyaan, ada permainan apa ini. Saya pun bahkan tidak diperkenankan melihat polis ayah saja. Alasannya, itu urusan Bank dengan asuransi. Itu katanya," ungkap Hendra kesal.

Portal ini sempat menghubungi Roni, nama yang disebut-sebut Hendra selaku orang marketing yang pernah ngurus soal itu. Namun Roni, enggan memberikan jawaban kenapa sertifikat milik almarhum masih "dipendam" pihak Bank. "Maaf kami ga bisa bicara dg anda. Kami hanya memberikan penjelasan kepada nasbah, terimakasih," jawab Roni via WA sesaat tadi. [yip]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00