Proyek LRT Tidak Berdasar Kajian Teknis Mendalam

Politik  MINGGU, 08 DESEMBER 2019 , 20:59:00 WIB

Proyek LRT Tidak Berdasar Kajian Teknis Mendalam
RMOLSumsel.  Konsep pembangunan proyek light rapid transit (LRT) dinilai sebagai sebuah pemborosan. Pasalnya, konsep LRT sebatas berorientasi proyek tanpa mempertimbangkan aspek kemanfaatan.

Begitu tegas praktisi dan pemerhati masalah transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono. Menurutnya, proyek LRT tidak berdasarkan kajian teknis dan ekonomis secara mendalam, sehingga kurang bermanfaat.

"Saya melihat LRT ini tidak melalui litbang yang benar, tidak sesuai dengan kondisi ekonomi dan kebutuhan riil masyarakat,” katanya kepada wartawan, Minggu (8/12).

Secara konsep, dia menilai LRT seharusnya menjadi angkutan dalam kota, bukan antarkota, apalagi membentang sepanjang 130,4 km mencakup Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi.

Kalau antarkota itu yang cocok kereta commuter biasa. Jadi bisa mengangkut penumpang dalam jumlah besar, sekaligus relnya dapat dilintasi kereta logistik,” tegasnya.

Sementara mengenai rincian proyek, Bambang menyoroti penggunaan rel berukuran 1.435 mm yang biasa dipakai untuk KA kecepatan di atas 200 km per jam. Sementara LRT maksimal hanya berkecepatan 60 km per jam.

Jadi cukup pakai rel standar 1.067 mm,” tegas politisi Gerindra itu. [yip]


Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00