Gelar Pameran Telanjang, Mira Mundur dari Jabatan

Budaya  RABU, 04 DESEMBER 2019 , 11:58:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Gelar Pameran Telanjang, Mira Mundur dari Jabatan

24.kg

RMOLSumsel. Sebuah pameran seni yang menampilkan perempuan telanjang digelar di Ibukoa Kirgistan, Bishek. Pameran ini memicu kemarahan publik sehingga Direktur Museum Nasional Seni Rupa Kirgistan Mira Dzhangaracheva kehilangan pekerjaannya.

Diberitakan Kantor Berita BBC, Rabu (4/12), Kementerian Kebudayaan Kirgistan mengutuk acara tersebut. Karena menggunakan "bahasa provokasi" dan "mengacaukan pengunjung".

 Kantor Berita Kirgistan 24k.g melaporkan, Menteri Kebudayaan Azamat Jamankulov, mengatakan,  komisi khusus akan memeriksa apa yang dia sebut "pameran memalukan", yang dia gambarkan sebagai "kampanye perempuan telanjang di bawah bendera feminisme".

Jamankulov mengatakan direktur dari tempat pameran digelar, Museum Nasional Seni Rupa, telah dibebastugaskan dari pameran itu.

Namun Mira Dzhangaracheva mengungkap "kebenaran" di balik pengunduran dirinya di Facebook. Dia berhenti secara sukarela, tulisnya, setelah "reaksi agresif dari pasukan patriotik nasional".  Dia juga mengaku dirinya dan staf museum menerima ancaman.

"Sayang sekali hal ini diprakarsai oleh orang-orang yang belum pernah ke museum," tulisnya.

Berbicara kepada para wartawan setelah pengunduran dirinya, Mira Dzhangaracheva menjelaskan bahwa pameran ini bertepatan dengan kampanye internasional tahunan melawan kekerasan berbasis gender "untuk menunjukkan apa yang terjadi di negara kita hari ini".

Pameran yang melibatkan karya 56 seniman dari 22 negara, dijadwalkan berlangsung selama 17 hari.  Penyelenggara mendedikasikan pameran ini untuk 17 perempuan yang meninggal dalam kebakaran gudang di Moskow pada 2016, kebanyakan dari mereka adalah migran Kirgistan.

Penyelenggara mengatakan bahwa even ini bertujuan untuk menunjukkan penyakit sosial yang menghalangi kesetaraan gender dan kehidupan tanpa kekerasan.

"Ini adalah kekerasan terhadap perempuan. Ini menyakitkan. Ini menakutkan. Seniman dari seluruh dunia menyampaikan perasaan mereka, namun itu dilarang," ujar penyelenggara Altyn Kapaloba.

"Seperti biasanya mereka berusaha membungkam kami tapi itu tidak akan berhasil. Seni tidak disensor."

Pengunjung pameran dihadapkan dengan tubuh perempuan yang dipamerkan sebagai karung tinju, karya lain yang dipamerkan juga menyoroti aktivitas yang membentuk kehidupan sehari-hari perempuan Kirgistan di pedesaan, tempat ribuan perempuan muda diculik untuk dinikahkan setiap tahun.

Namun, seni pertunjukan telanjang oleh seniman Denmark Julie Savery, yang dimaksudkan untuk menyoroti penderitaan pekerja seks, yang menyebabkan perdebatan sengit di antara para pembela nilai-nilai tradisional di negara mayoritas Muslim itu.[ida]

Komentar Pembaca
Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00