Deru Turun Tangan.. Pilkada OKUT Selesai

Kedipan Mata Rosyida  KAMIS, 28 NOVEMBER 2019 , 23:59:00 WIB | LAPORAN: ROSYIDAH ROZALI

Deru Turun Tangan.. Pilkada OKUT Selesai
PILKADA Serentak Sumatera Selatan (Sumsel) 2020 diikuti tujuh kabupaten yaitu Ogan Komering Ulu (OKU); OKU Timur (OKUT); OKU Selatan (OKUS); Penukal Abab Lematang Ilir (PALI); Ogan Ilir (OI); Musi Rawas (Mura); dan Musi Rawas Utara (Muratara). Di ketujuh kabupaten, suasan persaingan sudah mulai terasa panas. Terlebih ketika petahana bupati dan wakil bupati sama-sama mencalonkan diri.

Di antara ketujuh daerah, yang paling menarik untuk dicermati adalah Kabupaten OKUT. Setidaknya ada dua hal yang menjadikan pertarungan di sini menarik perhatian. Yang pertama ini kali pertama Bupati dan Wakil Bupati (Wabup) pecah kongsi. Baik Bupati H Kholid Mawardi maupun Feri Antoni  sudah menyatakan akan berkompetisi di pencalonan bupati.

Bulan lalu Lembaga Survei Demokrasi (LSD) menyebut ada lima nama paling berpeluang kuat memenangi Pilkada OKUT.  Menurutnya, lima nama yang punya popularitas yang tinggi, yakni Kholid Mawardi, Feri Antoni, Beni Defitson, Oyong Damiri dan Edward Jaya. Tapi khusus untuk nama Oyong Damiri, ini bisa menjadi kuda hitam yang akan mewarnai peta politik OKUT.

Yang kedua bahwa H Linosin (Enos) Hamzah, yang merupakan adik Gubernur Sumsel H Herman Deru turut mencalonkan diri di Pilkada Kabupaten OKUT 2020.  Di lima besar kandidat dengan elektabilitas tertinggi versi LSD,  tidak ada nama Enos Hamzah. Namun demikian, masyarakat OKUT sendiri sangat hormat dengan keluarga alm Pasirah Hamzah, ayah H Herman Deru. Di bagian lain, suksesnya Deru memimpin OKUT jadi nilai plus bagi pencalonan Enos.

Pilkada OKUT 2020 berbeda dengan Pilkada 2015. Saat ini jauh-jauh hari aroma persaingan sudah menyusup ke seluruh lini di lingkungan Pemkab OKUT. Sudah tercipta blok-blok dan kubu-kubuan. Ada kubu Kholid, dan ada pula kubu Feri.

Pada Pilkada OKUT 2015, Bupati H Herman Deru dan Wabup H Kholid Mawardi yang merupakan pasangan petahana, kembali bersama-sama mencalonkan diri. Jelas situasi di lingkungan Pemkab OKUT tidak terusik. Sebab dukungan seluruh pegawai tidak terpecah.

Di tengah hiruk pikuk musim Pilkada, seluruh personel di lingkungan Pemkab OKUT saat itu tak terusik. Tidak pecah kongsi Deru-Kholid kian menambah simpati masyarakat. Karenanya, Deri-Kholid menang telak pada Pilkada Kabupaten OKUT 2015.

Sumber di OKUT menyebutkan, saat ini saja sudah sangat terasa persaingan antara Bupati dan Wabup. Sudah terlihat ada grup-grup pendukung H Kholid Mawardi dan Feri Antoni, di jajaran Aparat Sipil Negara (ASN) sekalipun. Kendati ASN tahu, mereka harus netral.

"Padahal di lingkungan ASN, mayoritas berharap Bupati dan Wakil Bupati tidak pecah kongsi. ASN mayoritas menginginkan situasi itu, di mana dulu Bupati Herman Deru berpasangan dengan Wakil Bupati Kholid Mawardi selama dua periode. Nyaman, tidak ada kubu-kubuan seperti saat ini," kata si sumber, Kamis (28/11).

Menurut dia, yang terkuat hingga hari ini tetaplah H Kholid Mawardi, disusul Feri Antoni. Namun kandidat lainnya tidak bisa dinafikan. Seperti Beni Defitson, Oyong Damiri, dan Enos Hamzah sendiri.

PILKADA 2020 memang masih berbilang bulan. Masyarakat sudah mulai terkotak-kotak dalam dukungan masing-masing. Yang bakal terpengaruh berat adalah lingkungan Pemkab OKUT sendiri. Sebab antara Kholid dan Feri akan terjadi persaingan sengit; di mana keduanya bisa jadi head to head.

Namun demikian, H Herman Deru tentu takkan tinggal diam mencermati wilayah yang dipimpinnya dengan sukses selam dua periode itu. Mantan Bupati OKUT ini bisa saja turun tangan, guna menyatukan masyarakat yang kini mulai terbelah oleh dukungan itu..

Pada saat yang tepat nanti, bukan tidak mungkin Deru memasangkan H Kholid Mawardi dengan adiknya Enos Hamzah sebagai Cabup dan Cawabup OKUT. Sebab jika pasangan ini memenangkan Pilkada OKUT 2020 maka Enos berpeluang besar memenangi Pilkada OKUT 2025.

SINGKAT kata, jika Deru turun tangan maka saat itu dapat dikatakan Pilkada OKUT sudah dapat diprediksi siapa pemenangnya. Jadi para pendukung dan simpatisan masing-masing calon harus realistis. Ini politik. Tak usah terlalu fanatik pada calon yang didukung. Jangan karena beda dukungan keluarga, sahabat, handai tolan bermusuhan. *



Komentar Pembaca
Bye 2019.. Welcome 2020

Bye 2019.. Welcome 2020

SELASA, 31 DESEMBER 2019

Majelis Taklim Rajin Daftar ke TV

Majelis Taklim Rajin Daftar ke TV

MINGGU, 29 DESEMBER 2019

Kandidat Ambisius, Pilkada Jadi Super Mahal..
Stop Manjakan Direksi BPJS..

Stop Manjakan Direksi BPJS..

SENIN, 28 OKTOBER 2019

Alhamdulillah..Aman, Khidmat, dan Elegan
Waspadai Radikalisme-Terorisme

Waspadai Radikalisme-Terorisme

KAMIS, 10 OKTOBER 2019

Persiapan Reuni Akbar 212

Persiapan Reuni Akbar 212

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 18:27:00

Diskusi Tolak Ahok

Diskusi Tolak Ahok

KAMIS, 21 NOVEMBER 2019 , 14:16:00

Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00