OJK Minta Investor Segear Masuk ke Jiwasraya-BMI

Ekonomi  SELASA, 19 NOVEMBER 2019 , 09:15:00 WIB

OJK Minta Investor Segear Masuk ke Jiwasraya-BMI
 RMOLSumsel. Bank Muamalat Indonesia (BNI) dan perusahaan asuransi jiwa Jiwasraya tengah dalam masalah. Kedua institusi ini masuk dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI bersama Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kemarin.

Rapat membahas tentang evaluasi kinerja OJK selama  2019. Selain itu akan dibahas juga rencana kerja 2020 dan pengantar Rencana Kegiatan dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2020.

Dalam rapat kerja Komisi XI dengan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) anggota DPR sempat menanyakan kondisi terkini terkait Jiwasraya dan Bank Muamalat.

Terkait berbagai masalah di industri jasa keuangan, khususnya PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT AJB Bumiputera 1912, dan PT Bank Muamalat Tbk, OJK meminta dibicarakan dalam rapat tertutup. Rapat tertutup berlangsung selama kurang lebih 5 jam sejak pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.

Usai rapat, seluruh petinggi OJK dan anggota dewan Komisi XI memilih irit bicara saat wartawan meminta penjelasan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana menuturkan jika DPR meminta OJK mempercepat proses keikutsertaan investor untuk penyelesaian kasus tersebut.

"Pokoknya diminta untuk cepat investor masuk ke sana, sudah itu saja," katanya seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/11).

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso dan Kepala Eksekutif Industri Keuangan Non Bank OJK Riswinandi juga memilih diam dan langsung melangkah ke mobil tanpa menghiraukan pertanyaan media.

Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mengingatkan bahwa rapat berlangsung tertutup. Artinya, semua pihak diminta tidak memberikan keterangan.

"Minta tolong dipahami bahwa rapatnya adalah rapat tertutup, jadi kalau rapat tertutup siapa pun tidak boleh memberikan keterangan apapun," tegas Misbakhun.

Permasalahan Jiwasraya bermula ketika perseroan menunda pembayaran klaim produksaving plan yang dijual melalui tujuh bank mitra (bancassurance) pada Oktober 2018.

Di tengah penyelesaian kasus itu,  Kementerian BUMN justru melaporkan indikasi kecurangan dalam tubuh Jiwasraya ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Pasalnya, Kementerian BUMN menemukan fakta bahwa ada sejumlah sejumlah aset perusahaan yang diinvestasikan secara tidak hati-hati (prudent).

Tak hanya kasus Jiwasraya dan Bumiputera, anggota dewan juga mencecar OJK atas kasus PT Bank Muamalat Tbk dan PT Hanson International Tbk, sebelum rapat tertutup. [ida]

Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00