BPJS Kesehatan Nunggak 10 M ke RSUD Baturaja

Sosial  SENIN, 18 NOVEMBER 2019 , 16:35:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

RMOLSumsel. Persoalan BPJS Kesehatan makin Njelimet. Kenaikan iuran tidak dibarengi pelayanan prima. Seringkali tuduhan dialamatkan ke pelayanan Rumah Sakit. Padahal, Rumah Sakit berupaya maksimal namun BPJS Kesehatan acuh tak acuh dengan kewajibannya.

Di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), ada kabar sejak 1 Juli 2019, BPJS Kesehatan tidak membayar kewajibannya kepada pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Soetowo Baturaja.

"BPJS Kesehatan terakhir membayar kewajibannya ke RSUD Ibnu Soetowo Baturaja, 30 Juni 2019," ungkap sumber portal ini.

Akibatnya itu tadi, sejak 1 Juli 2019 hingga 17 November 2019, pegawai RSUD Ibnu Soetowo Baturaja belum menerima uang jasa BPJS Kesehatan.

"Pegawai tetap bekerja maksimal namun belum menerima jasa atas pekerjaan," imbuhnya.

Terpisah, Direktur Utama RSUD Ibnu Soetowo Baturaja, dr Rynna Dyana, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (18/11), menjelaskan, tunggakan klaim BPJS itu terhitung sejak Juli hingga Oktober 2019, sekitar Rp 10 M.

Kendati BPJS nunggak empat bulan, dr Rynna tetap menjamin memberikan pelayanan prima kepada seluruh pasien BPJS Kesehatan.

"Untuk obat-obatan, bahan sekali pakai buang (BNHP) seperti infus dan makanan bagi pasien tidak ada masalah sama sekali karena semuanya sudah kita sediakan sejak awal tahun," bebernya.

Hanya saja dokter cantik itu mengakui, gara-gara klaim BPJS nunggak, 700 orang pegawainya mulai dari cleaning service, perawat, serta dokter sejak empat bulan ini terpaksa belum menerima insentif berupa uang jasa.

"Nominal insentif atau uang jasanya untuk pegawai terendah adalah sekitar Rp500 ribu perbulan," bebernya.

Rynna menegaskan, manajemen RSUD IBnu Soetowo Baturaja tetap berkomitmen memberikan pelayanan prima kepada seluruh pasien.

"Alhamdulilah sampai hari ini (kemarin) belum ada keluhan terkait pelayanan pihak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja dari pasien BPJS," tukas dr Rynna.

Bukan hanya menunggu klaim, RSUD Ibnu Soetowo Baturaja juga menanti pembayaran hutang Pemkab OKU dan OKU Selatan masa JS3 atau klaim berobat gratis.

"OKU Timur seluruh hutangnya kepada RSUD sudah dibayar, sementara Pemkab OKU berjanji akan menyelesaikan hutangnya sebesar Rp6 miliar pada Desember 2019 nanti," ungkap dr Rynna.

Kalau Pemkab OKU Selatan, dr Rynna kebingungan menjelaskan lantaran Pemkab OKU Selatan sudah disurati Gubernur Sumsel untuk segera melunasi tunggakan itu. "Namun kapan direalisasikan kita belum tahu," tegasnya.

Terpisah, anggota DPRD OKU, Densi Hermanto, dikonfirmasi terkait tunggakan klaim RSUD Ibnu Soetowo Baturaja  yang belum dibayarkan BPJS Kesehatan, mendesak agar BPJS Kesehatan menyelesaikan kewajibannya ke manajemen RSUD Ibnu Soetowo.

"Kita mengkhawatirkan berdampak pada pelayanan kepada pasien BPJS Kesehatan," ucap Densi.

Densi kaget mengetahui tunggakan klaim mencapai Rp10 miliar. "Semestinya pihak BPJS segera melunasi klaim dari pihak RSUD Ibnu Sutowo Baturaja," tukas Densi.

Jika nanti tunggakan itu tetap belum dibayar oleh pihak BPJS OKU sampai akhir tahun, maka Densi akan meminta komisi terkait untuk segera memanggil managemen BPJS Kesehatan perwakilan OKU.

"Kita panggil, kita ingin tahu apa kendala yang mereka hadapi," pungkas Densi. [sri]



Komentar Pembaca
Anie Baswedan dan Wartawan

Anie Baswedan dan Wartawan

JUM'AT, 22 NOVEMBER 2019 , 20:59:00

Dr (HC) Hatta Rajasa

Dr (HC) Hatta Rajasa

SENIN, 25 NOVEMBER 2019 , 13:44:00

Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00