Mau Kawin Tapi Umur Gak Cukup Segini, Auto Ditolak !

Daerah  SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 18:00:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Mau Kawin Tapi Umur Gak Cukup Segini, Auto Ditolak !

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Jika dulu, batas minimal usia perkawinan perempuan 16 tahun dan laki-laki 19 tahun. Kini, batas minimal umur perkawinan bagi perempuan dan laki-laki dipersamakan, yaitu 19 tahun.

Jadi, jika anda atau ada anak anda ingin segera menikah, namun usianya masih belia atau belum cukup batas seperti disebut diatas, siap-siap mendapat penolakan di Kantor Urusan Agama (KUA).

Aturan baru itu tertuang dalam Undang-undang No. 16 tahun 2019 tentang perubahan atas undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, yang subtansi perubahannya adalah terkait dengan batas usia menikah yang dibolehkan.

Edaran terkait aturan baru ini, sudah sampai ke KUA-KUA (Kantor Urusan Agama) di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Salah satunya di KUA Semidang Aji.

"Jika berusia kurang dari 19 tahun, maka harus mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama," ujar Kepala KUA Semidang Aji, H. Amin Fajar S. Ag, dalam pertemuan rutin bulanan dengan Penyuluh Agama Islam (PAI) non PNS, Senin (11/11).

Selain kepada para penyuluh, ihwal ini juga akan segera diinformasikan ke desa-desa melalui Kades-kades setempat dengan edaran lanjutan. Dan lebih khusus lagi, disampaikan kepada para Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD).

"Kalau ada pasangan mau nikah dan umur si perempuannya kurang, namun ada hal yang sangat mendesak bahwa perkawinannya harus dilaksanakan, ya harus ke Pengadilan Agama. Kalau disetujui Pengadilan, oke. Kalau tidak, ya apa boleh buat," katanya.

Namun diakui, kebanyakan pasangan seperti ini akan melakukan nikah bawah tangan. Dan hal ini sebetulnya sangat tidak disarankan. "Jadi, mending menunggu putusan pengadilan saja," imbuhnya.

Aturan baru ini, menurut Amin, sudah berlaku di seluruh Indonesia mulai penghujung Oktober 2019 lalu.

Semangat aturan baru ini adalah untuk pencegahan perkawinan anak. Lagian, usia 16 tahun itu merupakan usia yang rawan kematian ibu dan anak. Sekaligus rawan perceraian.

"Intinya sekali lagi, kalau umurnya belum cukup, sesuai prosedurnya kami buat surat penolakan. Pasangan tadi mengajukan ke Pengadilan. Lalu menunggu putusan sidang. Setelah adalah putusan, baru kesini lagi, (KUA,red)," jelasnya. [irm]

Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00