Dipersiapkan Matang, Penembak Kerusuhan Mei Orang Terlatih

Investigasi  SELASA, 29 OKTOBER 2019 , 18:36:00 WIB

Dipersiapkan Matang, Penembak Kerusuhan Mei Orang Terlatih
RMOLSumsel. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sudah mengumumkan, bukan anggota kepolisian  yang melakukan penembakan dalam demonstrasi 21-23 Mei 2019 di sekitar Gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Namun pelakunya orang terlatih, dan tindakan sudah direncanakan matang.

"Kami bilang terlatih atau terorganisasi itu karena didasarkan pada fakta yang kami temukan. Jadi fakta yang pertama karena lokasi yang di Jakarta dari delapan orang yang meninggal karena terkena peluru tajam itu berbeda-beda lokasinya," ujar Wakil Ketua Komnas HAM Beka Ulung Hapsara di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/10).

Beka melihat penembak sengaja menjadikan bagian vital korban sebagai target. Menurut Beka, pola menembak seperti itu hanya bisa dilakukan oleh orang terlatih.

"Tidak semua orang bisa menggunakan senjata terus mengarah pada organ yang vital," katanya seperti diberitakan JPNN.com.

Beka juga menduga penembak misterius ini tidak bekerja sendirian. Ada pihak lain yang terlibat merencanakan hal tersebut.

"Tidak mungkin dilakukan oleh hanya satu orang saja. Nah, itu yang kemudian kami menyebutnya terorganisasi," ujar Beka.

Mengenai penembak menggunakan sniper atau jarak dekat, Beka mengaku tidak bisa memastikannya. Komnas HAM, kata dia, tidak punya kemampuan untuk menganalisis hal tersebut.

"Mungkin tanya kepolisian. karena kepolisian sudah pernah merilis kasus itu jenis senjatanya begitu," sambung Beka.

Beka mengaku telah menyerahkan hasil investigasinya ini kepada Presiden Joko Widodo dan Polri. Dia berharap Presiden Jokowi dapat mengambil langkah mengungkap kasus ini mengingat kejadian serupa rentan terulang di masa depan.

Di samping itu, Beka juga mengharapkan polisi dapat segera menemukan aktor lapangan dan intelektual di balik penyerangan itu. Polisi diharap juga bisa mengubah sistem lembaga mereka agar tidak menggunakan kekerasan berlebih.

"Kami meminta kepolisian memperbaiki sistem internal mereka dengan meningkatkan kapasitas anggota kepolisian sehingga bisa meminimalisasi pelanggaran HAM," kata Beka. [ida]
Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah