Bahas Keterwakilan Perempuan di Legislatif

Politik  RABU, 16 OKTOBER 2019 , 16:45:00 WIB | LAPORAN: SUHARDI

Bahas Keterwakilan Perempuan di Legislatif

rmolsumsel

RMOLSumsel. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumsel menilai masih perlu pendidikan politik di masyarakat untuk meningkatkan keterwakilan perempuan di kursi legislatif. Meski pada pemilu legislatif 2019 ini jumlah perempuan yang terpilih menjadi anggota dewan ada peningkatan, namun belum terlalu signifikan.  
Hal ini dikatakan Ketua KPU Provinsi Sumsel Dra Kelly Mariana kepada sejumlah wartawan di acara hasil riset pemilu serentak 2019 untuk caleg provinsi Sumsel oleh MH Thamrin Associates, di Volum Cafe Resto & Social House, Rabu (16/10/2019) sore. 

"Kuota keterwakilan perempuan pada pencalonan pileg 2019 memang termasuk regulasi baru. Tapi partai politik sudah memenuhi syarat tersebut untuk lolos jadi peserta pileg 2019. Akan tetapi, di masyarakat masih menganggap bahwa perempuan yang mencalonkan diri masih dianggap belum mampu berpolitik," jelas Kelly. 

Oleh karena itu, menurutnya penting dilakukan pendidikan politik untuk masyarakat agar perempuan tidak hanya dianggap bisa mengurus masalah yang umum saja. Namun juga mampu ikut serta berpolitik.  

"Tapi, PR nya sekarang calon perempuan juga harus punya strategi bagaimana agar masyarakat bisa percaya untuk memilihnya di kontestasi pileg," katanya. 

Dibandingkan dengan 2014, ternyata di Pileg 2019 sudah ada kenaikan akan keterwakilan perempuan di parlemen provinsi Sumsel. 

"2014 kemarin jumlah kaum perempuan yanh terpilih ada 12 orang. Sementara di tahun 2019 ada 16 orang perempuan yang terpilih. Ini artinya sudah ada peningkatan lebih kurang 20 persen. Mungkin untuk kontestasi berikutnya caleg perempuan harus bisa merebut kepercayaan masyarakat agar memilih kaum perempuan," ujarnya. 

Terpisah, Direktur MH Thamrin Associates, Dr MH Thamrin mengatakan meningkatnya keterwakilan perempuan di kursi legislatif terjadi secara alamiah akibat makin banyaknya perempuan yang ikut dalam kontestasi Pileg 2019. 

"Memang angka kenaikannya tidak terlalu besar, karena yang terpilih kebanyakan caleg perempuan yang punya track record baik," ujarnya. 

Masalah yang terjadi, kata dia, perempuan yang terpilih dan duduk di kursi legislatif belum sepenuhnya menjadi wakil dari kaum perempuan. 

"Padahal banyak hal yang bisa diperjuangkan dalam kaitannya keterwakilan perempuan ini. Mungkin dengan mendengarkan aspirasi kaum perempuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan bisa menjadi faktor pemicu kenaikan keterwakilan perempuan. Kita lihat saja pengabdian ke masyarakat dari kaum perempuan yang sudah menjadi anggota legislatif di Sumsel," tandasnya.[sri]


Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00