Mungkin Strategi Jokowi Memposisikan Ma'ruf Amin Seperti Ini

Politik  RABU, 16 OKTOBER 2019 , 09:17:00 WIB

Mungkin Strategi Jokowi Memposisikan Ma'ruf Amin Seperti Ini

NET

RMOLSumsel. Pengamat politik Hendri Satrio menduga KH Ma'ruf Amin akan diposisikan oleh Presiden Jokowi seperti Boediono di periode kedua kepemimpinan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Analisis ini disampaikan Hendri, terkait peran ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu yang tidak begitu kelihatan dalam penyusunan kabinet pemerintahan periode kedua Jokowi.

"Saya pakai dua alasan saja. Pertama, Jokowi mengikuti SBY di periode kedua, Boediono tidak terlalu sentral perannya. Tetapi minimal membantu dan tidak memberikan hal-hal yang berat bagi Presiden SBY. Nah, sama, Kiai Ma'ruf juga diposisikan begitu, membantu tetapi tidak memberikan hal-hal yang berat untuk dikerjakan," ujar Hendri.

Alasan kedua yang diutarakan pengajar di Universitas Paramadina ini, posisi Jusuf Kalla alias JK di periode pertama SBY disokong oleh partai politik. Berbeda dengan Kiai Ma'ruf yang tidak punya basis dukungan yang jelas dari partai politik.

"Ini beda perannya. Dan kemudian tampaknya, Jokowi kan sudah memberikan sinyal bahwa dirinya tanpa beban. Maka, ya sudah, ini mungkin salah satu bagian dari ketanpabebanan Jokowi itu," ucap Hendri.

Selain itu, katanya, posisi JK di Pilpres 2014 berfungsi sebagai mitra Jokowi untuk mendapatkan suara. Bedanya dengan Kiai Ma'ruf, tokoh asal Banten itu diperlukan untuk menjaga suara dan dukungan terhadap mantan gubernur DKI Jakarta tersebut. Itu tidak terlepas dari kuatnya sentimen agama yang menyeruak di Pilpres 2019.

"Jadi yang satu itu (JK, red) sebagai gayung untuk mendapatkan suara, satu lagi (Ma'ruf) bumper biar menjaga supaya suara enggak kabur. Dan strategi Jokowi mengajak Kiai Ma'ruf terbukti tepat dan kinclong. Sangat sedikit serangan berbau agama ke Jokowi," jelasnya.

Namun demikian, pendiri lembaga KedaiKOPI (Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia) ini meyakini susunan kabinet akan dikonsultasikan Jokowi kepada Kiai Ma'ruf ketika sudah selesai disusun.

"Ini mungkin nanti kalau sudah jadi baru konsultasi ke Kiai Ma'ruf. Sehingga Kiai Ma'ruf tahu jadinya saja. Mungkin prosesnya Pak Jokowi ingin melakukan penyusunan cabinet sendiri. Nanti Kiai Ma'ruf dilibatkan kalau sudah jadi," tandas Hendri. [irm]

Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah