Indonesia Emas Tercapai Dengan Pertumbuhan Keamanan Dan Ekonomi Yang Membaik

Politik  SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 22:57:00 WIB

Indonesia Emas Tercapai Dengan Pertumbuhan Keamanan Dan Ekonomi Yang Membaik

Fadil Imran/net

RMOLSumsel.Ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk menciptakan pembangunan bangsa. Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan jumlah penduduk yang mancapai ratusan juta, menjadi potensi bangsa ini menjadi negara terbesar keempat di dunia.

Demikian disampaikan Wakil Satgas Nusantara Polri Brigjen Fadil Imran dalam diskusi publik bertajuk "Pemuda untuk Pembangunan Bangsa: Tantangan Sumber Daya Dan Kepemimpinan Pemuda" di Gedung Joang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Diskusi yang digelar Gerakan BEM Jakarta itu juga menghadirkan narasumber aktivis demokrasi Maruarar Sirait, anggota DPR Ahmad Doli Kurnia, pengamat politik Adi Prayitno dan Sekjen Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Riyan Hidayat.

Fadil mengatakan, untuk mencapai Indonesia emas pada 2045, selain pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan keamanan nasional juga menjadi tolak ukur akan masa depan sebuah bangsa.

"Dalam teori, pertumbuhan keamanan menjadi tolak ukur, karena ada kejahatan narkoba, terorisme, kejahatan perbankan. Ini menurut saya juta menjadi tantangan kepemimpinan," ujar Fadil.

Menurutnya, kepemimpinan pemuda tidak lepas dari generasi milenial. Generasi ini menjadi generasi penerus dan aset bangsa untuk menciptakan demokrasi dan peradaban bangsa yang maju. Kendati demikian, semua elemen bangsa harus berkolaborasi sehingga Indonesia emas pada 2045 semakin terbuka lebar.

"Ruang menuju era emas tahuh 2045 itu sangat terbuka. Orang akan takut sama Indonsaia karena demokrasinya maju dan peradabannya maju. Mari kita berkolaborasi sesama elemen bangsa," katanya.

Fadil juga berpesan kepada generasi milenial agar menjaga dan menjunjung etika dalam menyampaikan aspirasi. Menjaga etika ini sangat penting sekalipun generasi milenial ini ganderung akan perubahan, transparan dan percaya diri.

"Karena ada persoalan dalam konteks generasi milenialin. Persoalan kritis dan terbuka tanpa didasari norma-norma, itu bahaya," katanya.

Sementara itu, Maruarar Sirait berbicara kepemimpinan miritokrasi. Dia mengajak generasi muda memiliki pilihan terhadap sosok pemimpin miritokrasi. Ciri-ciri pemimpin miritokrasi sendiri diantaranya adalah berintegritas, bijak, dan idealis.

"Pilihalah pemimpin yang miritokrasi. Jangan terjebak pada calon pemimpin yang melihat situasi. jangan pilih yang feodal. Calon bukan dari keluarga darah biru agar masa depan menjadi harapan bersama. itu harus ditanamkan di Indonesia. Tidak mudah menjaga idealisme di tengah kebutuhan ekonomi keluarga. Bagaimana menjaga idealisme tapi kebutuhan ekonomi juga harus dijaga," ucap Maruarar.

Adapun Ahmad Doli Kurnia berbicara persoalan era distrupsi yang menjadi dampak negatif kepada generasi muda. Menurut Doli, era distrupsi ini harus dicermati secara seksama karena perubahan era ini memberikan dampak negatif kepada tata kehidupan mendasar berbangsa dan bernegara.

"Harus kita cermati era distrupsi itu kerena bukan hanya hal-hal teknis, tapi juga bisa mengganti hal-hal mendasar seperti kebudayaan dan ideologi. Ideologi Pancasila berganti pada ideologi liberal," katanya, sambil menambahkan bahaya akan maraknya paham radikalisme. [sri]











Komentar Pembaca
Ingatkan Sukmawati, Sultan Tidore: Kita Semua Anak Pejuang
Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

Rizal Ramli Tidak Setuju Ahok Pimpin BUMN

MINGGU, 17 NOVEMBER 2019 , 03:13:53

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

Belum Jelas Kemana, Ahok Sudah Bikin Ramai

JUM'AT, 15 NOVEMBER 2019 , 21:58:09

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah