Tak Mau Penuaan Dini, Berjalanlah dengan Cepat

Lifestyle  SELASA, 15 OKTOBER 2019 , 14:14:00 WIB

Tak Mau Penuaan Dini, Berjalanlah dengan Cepat
RMOLSumsel. Dokter (dr) dr Sepriani Timurtini Limbong  dari Klikdokter.Com mengatakan, manfaat jalan kaki sangat besar bagi kesehatan manusia. Karena jalan kaki ini tergolong olahraga aerobik ringan.

"Secara umum aerobik baik untuk kesehatan jantung dan paru. Karena saat Anda melakukan aerobik, kerja jantung akan lebih terpicu untuk memompa darah, sehingga organ-organ tubuh mendapatkan oksigen dan nutrisi yang memadai," ujar dr Sepriani seperti dikutip dari JPNN, Selasa (15/19).

Di balik manfaat tersebut, ternyata ada hal kurang baik yang konon bisa terjadi akibat jalan kaki. Ada satu studi yang baru-baru ini mengatakan bahwa orang yang berjalan kaki dengan kecepatan terlampau lambat lebih rentan untuk mengalami penuaan dini, baik tubuh maupun otak (kognitif).

Dalam pembuktiannya, peneliti di departemen psikologi dan ilmu saraf di Universitas Duke, Amerika Serikat, Line J. H. Rasmussen, Ph.D., dan rekannya melakukan pemeriksaan data 904 perserta.

Diketahui bahwa partisipan studi telah menjalani uji kesehatan dan perilaku secara berkala, dimulai sejak berusia 3 tahun. Oleh karena itu, tim peneliti memiliki akses terhadap skor IQ, termasuk kecepatan pemrosesan, memori kerja, penalaran perseptual, dan pemahaman verbal para peserta.

Studi diawali dengan mengevaluasi kecepatan berjalan para peserta dalam tiga kondisi, yaitu kecepatan biasa, kecepatan tugas ganda (berjalan seperti biasa sambil membaca alfabet), dan kecepatan maksimum.

Selain itu, peneliti juga mengevaluasi fungsi fisik peserta dengan meminta mereka untuk melapor dalam survei, dan menyelesaikan serangkaian tugas fisik yang menguji kekuatan cengkeraman, keseimbangan, serta koordinasi mata maupun tangan.

Untuk menilai laju penuaan, peneliti mengamati beragam biomarker, termasuk indeks massa tubuh (IMT), rasio pinggang-pinggul, tekanan darah dan kebugaran kardiorespirasi?kemampuan tubuh melakukan aktivitas fisik intens secara berkelanjutan. Peneliti juga memperhatikan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol baik (HDL), kreatinin, darah tingkat urea, tingkat protein C-reaktif, jumlah sel darah putih, dan kesehatan gusi maupun gigi para peserta.

Lebih lanjut, peneliti pun melakukan evaluasi pada kesehatan otak dengan menggunakan pemindaian MRI (magnetic resonance imaging). Uniknya, peneliti juga melibatkan suatu hal untuk menilai usia para peserta menggunakan foto standar wajah pada usia 45.

Setelah seluruh rangkaian penelitian dilakukan, peneliti mengungkapkan bahwa pejalan kaki yang lambat?pada usia 45 tahun?memiliki volume otak yang lebih kecil, lebih banyak penipisan kortikal, area kortikal yang lebih kecil, dan lebih banyak lesi materi putih.

Dengan kata lain, otak orang-orang yang sering berjalan kaki dengan kecepatan lambat memiliki usia lebih tua dari yang sebenarnya. Bahkan secara keseluruhan, kesehatan kardiorespirasi, kesehatan kekebalan tubuh, kesehatan gusi dan gigi dari peserta yang berjalan dengan kecepatan lambat juga lebih buruk daripada mereka yang berjalan lebih cepat.

"Hal yang sangat mengejutkan adalah bahwa temuan tersebut dialami oleh orang berusia 45 tahun, bukan pasien usia lanjut," kata Rasmussen selaku penulis utama studi tersebut seperti dilansir dari Medical News Today.

Temuan studi tersebut memang masih belum dapat dijadikan sebagai acuan. Namun setidaknya, studi tersebut telah membuka mata” bahwa kecepatan saat langkah kaki mungkin bisa sebabkan penuaan dini. Untuk jadwal jalan kaki selanjutnya, cobalah untuk perlahan mempercepat langkah jika situasi memungkinkan. Simpan dulu smartphone di tas agar tidak tersandung.[ida]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00