Separatis Gembira Wiranto Ditusuk, Tokoh Papua Berang..

Sosial  SABTU, 12 OKTOBER 2019 , 10:13:00 WIB

Separatis Gembira Wiranto Ditusuk, Tokoh Papua Berang..
RMOLSumsel. Sedikitnya tiga kelompok separatis Papua yang menyatakan senang dan gembira atas musibah yang menimpa Menko Polhukam Wiranto pada Kamis (10/10). Pernyataan ini membuat tokoh muda Papua Hendrik Yance Udam berang, sehingga mengeluarkan pernyataan tegas.

"Jangan lagi kalian mem-bully. Karena Pak Wiranto ini bagian dari representasi negara. Bagaimana seandainya peristiwa ini terjadi pada keluarga kalian, pasti kalian sedih," kata Hendrik seperti diberitakan JPNN.Com, Sabtu (12/10).

Diketahui, ada publikasi yang bernada selebrasi atas insiden penusukan terhadap Wiranto di media sosial. Publikasi tersebut dibuat oleh tiga akun kelompok separatis, yaitu Lewis Prai Wellip, Global Campaign, dan Manuel Metemko, serta empat akun individu, yakni Johpa, Alex Silolonrattu, Donz Wilkinson, dan Dison.

Publikasi tersebut total sudah mendapatkan ribuan respons di media sosial, mulai dari likes, komentar, dan dibagikan.

Misal, dalam sebuah status di akun Facebook-nya, Lewis Prai Wellip dengan bahasa Inggris menuliskan "thankful (merasa bersyukur)" seraya membagikan tautan berita aljazeera.com berjudul "Indonesia's security minister Wiranto hurt after stabbing attack (Menteri Keamanan Indonesia Wiranto Terluka Setelah Ditusuk)".

Di akun Twitternya, Lewis Prai Wellip (@WellipPrai) menyebut dirinya sebagai diplomat dari Pemerintah Republik Papua Barat (The Government of the Republic of West Papua) dan pendiri (founder) dari Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Menurut Hendrik, selama ini kelompok separatis kerap menebar ujaran kebencian di media sosial. Gejolak Papua yang terjadi beberapa waktu lalu juga tidak terlepas dari ujaran kebencian di media sosial yang memanaskan situasi.

"Hoaks dan ujaran kebencian yang dilancarkan oleh kelompok separatis dan radikalisme itulah yang membuat Papua semakin panas," kata Hendrik yang juga ketua umum Gerakan Rakyat Cinta NKRI.

Hendrik meminta aparat penegak hukum, terutama Cyber Crime Mabes Polri dan Polda Papua untuk memantau setiap akun media sosial yang menyebarkan hoaks dan ujaran yang mengandung kebencian dan sentimen SARA.


Dia juga juga minta Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Polri untuk memblokir akun-akun media sosial yang menyebar ujaran kebencian dan hal-hal negatif yang menjatuhkan kredibilitas negara.

"Media sosial ini ruang empuk bagi kelompok separatis dan radikal menebar berita hoaks dan kebencian. Kalau di dunia nyata saya kira sudah tenang dan bisa diredam," ujarnya. [ida]



Komentar Pembaca
Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00