Terapkan Sanksi Penunggak BPJS, Pemerintah Makin Otoriter

Politik  KAMIS, 10 OKTOBER 2019 , 10:57:00 WIB

Terapkan Sanksi Penunggak BPJS, Pemerintah Makin Otoriter
RMOLSumsel. Rencana penerapan sanksi bagi para penunggak iuran BPJS Kesehatan ditentang banyak pihak. Karena jika jadi diterapkan aturan tersebut, Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin otoriter.

Seperti diberitakan sejak kemarin, tengah digodok peraturan presiden (perpres) yang menerapkan sanksi bagi para penunggak iuran BPJS Kesehatan. Sanksi tersebut berupa dipersulitnya pembuatan SIM, Paspor, dan Kredit Bank bagi penunggak iuran BPJS.

Hal tersebut diungkapkan Director for Presidential Studies-DECODE UGM Nyarwi Ahmad seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (10/10).

Dia mengatakan, pemerintah harus bisa membedakan pelayanan masyarakat yang sifatnya hak dengan yang sifatnya komersial seperti BPJS.

"Pemerintah punya hak melakukan itu (memberi sanksi), melakukan kebijakan seperti itu untuk yang menunggak. Nanti akan dikasih sanksi dan seterusnya," ucap Nyarwi Ahmad.

Namun, hal tersebut bakal berdampak negatif terhadap pandangan masyarakat kepada pemerintah. Jika pemerintah benar-benar menerapkan kebijakan seperti itu, maka Jokowi akan semakin dikenal sebagai presiden yang otoriter terhadap rakyatnya.

"Tapi hal itu juga bisa dilihat bahwa pemerintah ini makin otoriter. Menciptakan instrumen-instrumen pemaksaan yang diterapkan. Kan hak pelayanan di satu sisi berbeda dengan hak masyarakat untuk mendapat pelayanan yang lain," tegasnya.[ida]

Komentar Pembaca
Tidak Ada Tindakan Tegas, Perekonomian Bisa di Bawah 5 Persen
Pencuri di Semarang Hanya Butuh 10 Detik Gasak Motor
PKS Konsisten Oposisi

PKS Konsisten Oposisi

SENIN, 21 OKTOBER 2019 , 14:43:03

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah