Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 50 Meter

Laporan : Haris Suprapto

Ragam  RABU, 09 OKTOBER 2019 , 19:44:00 WIB

Kabut Asap, Jarak Pandang Hanya 50 Meter

NET

RMOLSumsel. Meski sempat menghilang beberapa saat akibat diguyur hujan, namun kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah di Sumsel kembali menyelimuti Kota Palembang.

Bahkan hari ini Stasiun Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis bahwa jarak pandang terendah menyentuh angka 50 meter.

Dampak jarak pandang yang berkisar hanya 50-400 meter tersebut mengakibatkan sebanyak delapan penerbangan di Bandara SMB II Palembang mengalami delay (tertunda).

Jarak pandang terendah pagi tadi berkisar 50 sampai 400 meter dengan kelembapan pada saat itu 95-96 persen dengan keadaan cuaca smoke (asap). Akibatnya delapan penerbangan tertunda,” ujar Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel Bambang Beny Setiaji, Rabu (9/10).

Dirinya menjelaskan, angin permukaan yang tercatat di BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang umumnya dari arah Tenggara -Selatan dengan kecepatan 4-11 knot (7-20 kilometer per jam) mengakibatkan potensi masuknya asap akibat karhutla ke wilayah Kota Palembang dan sekitarnya.

Sedangkan berdasarkan sumber dari Lapan, pada 9 Oktober, lanjut dia, tercatat beberapa titik panas di wilayah sebelah Tenggara Kota Palembang dengan tingkat kepercayaan di atas 80 persen yang berkontribusi asap ke wilayah Kota Palembang, yakni pada wilayah Banyuasin 1, Tulung Selapan dan Mesuji.

Intensitas asap pagi hari (pukul 04.00-07.00 WIB) dan sore hari (pukul 16.00-20.00 WIB) dikarenakan labilitas udara yang stabil (tidak ada massa udara naik) pada waktu-waktu tersebut,” katanya.

Menurutnya, fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara, mengurangi jarak pandang, beraroma khas, perih di mata, mengganggu pernafasan dan matahari terlihat berwarna oranye/merah pada pagi/sore hari.

Hal ini, kata dia, berpotensi memburuk jika adanya campuran kelembapan yang tinggi (partikel basah/uap air) sehingga membentuk fenomena kabut asap yang umumnya terjadi pada pagi hari.

Secara regional, sambung dia, munculnya Badai Tropis Hagibis di Laut Cina Selatan mengakibatkan kembali adanya aliran massa udara ke arah pusat tekanan rendah badai tersebut. Dia menyebut, hal ini mengakibatkan penurunan potensi dan intensitas hujan di wilayah Sumsel tiga hari ke depan (10-12 Oktober 2019).

Sedangkan secara lokal, kondisi hujan akibat faktor lokal (awan konvektif) akan tetap berpotensi di wilayah bagian barat Sumsel dikarenakan kelembapan udara lapisan atas cukup memadai untuk pertumbuhan awan, biasanya hujan yang terjadi berlangsung sebentar, sporadis (berbeda tiap tempat) dan berpotensi petir disertai angin kencang.

Masyarakat kami imbau untuk senantiasa menggunakan masker dan berhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari (pukul 04.00-08.00 WIB) dan sore hari (pukul 16.00-20.00 WIB) seiring potensi peningkatan partikel udara kering di udara (asap) dan menurunnya jarak pandang,” imbuhnya. [irm]

Komentar Pembaca
Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

Prabowo Tawarkan Pertumbuhan Ekonomi Double Digit

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 22:28:40

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

Prabowo Cocok Jadi Wantimpres

KAMIS, 17 OKTOBER 2019 , 14:25:41

Densus 88 Amankan Terduga Teroris di Gunungpati Semarang
Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00