Pidato Berapi-api, Risma Semangati Warganya

Ragam  KAMIS, 19 SEPTEMBER 2019 , 16:17:00 WIB

Pidato Berapi-api, Risma Semangati Warganya
RMOLSumsel. Tri Rismaharini memang kharismatik. Tidak saja menjadi panutan warganya, Walikota Surabaya ini mampu menumbuhkan kebanggaan jadi Arek Suroboyo serta terinspirasi untuk bersaing di era teknologi maju sekarang.

Ya. Bu Risma berpidato di acara peringatan peristiwa perobekan bendera Belanda yang terjadi di Hotel Yamato, 19 September 1945. Acara peringatan oleh pemerintah kota setempat digelar di Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/9).

"Merah Putih telah menyatu dalam tulang arek Suroboyo. Kami arek-arek Suroboyo adalah penerusmu, kami arek-arek Suroboyo adalah pewarismu yang tidak sedikit pun luntur darah dan tidak sedikitpun goyah. Kami adalah petarung yang teguh menjaga Indonesia. Merah Putih, Merdeka, Merdeka," kata Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam pidatonya di acara peringatan perobekan bendera Belanda seperti diberitakan JPNN.

Peringatan perobekan bendera yang dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Surabaya, vetaran, TNI/Polri, pelajar, komunitas sejarah, seniman dan masyarakat tersebut juga disertai teatrikal.

Teatrikal tersebut menceritakan tentang proses perobekan bendera yang dilakukan arek-arek Suroboyo pada saat itu. Semangat yang membara muncul dari pemeran yang dimainkan lakon per lakon.

Suasana seketika tegang dan haru ketika arek-arek Suroboyo berupaya keras merobek bendera warna biru yang menjadi lambang Negara Belanda. Dengan semangat berapi-api, mereka memanjat tiang tertinggi di Hotel Majapahit dan berusaha secepat mungkin merobek bendera tersebut.

Bahkan saat adegan perobekan bendera selesai, para peserta upacara langsung menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama-sama. Dalam adegan itu salah seorang pejuang terkena tembakan setelah berhasil mengibarkan bendera Sang Merah Putih.

Tri Rismaharini melalui pidatonya mengobarkan semangat yang berapi-api. Ia mengajak generasi penerus, terutama anak-anak muda untuk tidak berhenti menghargai jasa pahlawan yang membuat bangsa dan kota ini merdeka dari penjajah. Caranya adalah dengan terus berjuang untuk menggapai cita-cita.

Pada pidatonya itu, Risma juga didampingi oleh Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Surabaya di antaranya Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho, Danrem 084 Bhaskarajaya Kolonel Inf Sudaryanto, Kajari Surabaya Anton Delianto dan Kajari Tanjung Perak Rachmat Suptiyadi. Mereka kompak mengenakan pakaian ala pejuang.

Menurutnya, peringatan ini harus terus dilakukan. Ia menilai, ini merupakan upaya mentransfer kepercayaan diri untuk pemuda-pemudi.

"Bahwa mereka tidak perlu takut menghadapi apapun dan jangan pernah untuk menyerah dengan segala keterbatasan yang ada."

Karena itu, di era digital 4.0 ini, ia mengimbau kepada arek-arek Suroboyo supaya berjuang lebih keras lagi sebab tantangan yang dihadapi pun berbeda dan lebih besar lagi. Namun demikian, orang nomor satu di jajaran Pemkot Surabaya ini telah mampu bersaing di era digital teknologi 4.0 tingkat dunia.

"Saya bersyukur, hasil survei penggunaan teknologi di Surabaya itu banyak produktifnya dibanding mudaratnya. Jadi artinya kita bisa gunakan untuk menunjang keberhasilan dari tujuan kita," kata dia.

Presiden UCLG Aspac itu juga berpesan, dalam pemanfaatan teknologi jangan sampai teknologi yang menguasai penggunanya (manusianya). Akan tetapi sebaliknya, penggunalah yang harus menguasai teknologi agar tujuan masyarakatnya bisa hidup lebih sejahtera.

"Jadi artinya kita tidak perlu takut. Sebetulnya Surabaya ini sangat maju untuk digital 4.0. Dan itu dunia sudah mengakui tentang industri 4.0 di Surabaya," katanya.

Salah seorang pelajar asal SMP Negeri 6 Surabaya Achmad Raffi, yang turut menyaksikan teatrikal perobekan bendera ini mengaku memiliki kesan tersendiri. Selain momentum ini menjadi pengingat jasa-jasa pahlawan, ia menyebut bahwa Wali Kota Risma selama ini juga terus memberikan semangat kepada mereka.

"Bu Risma selalu memberikan semangat kita untuk terus berjuang. Jadi aku bangga menjadi pelajar di Surabaya, terima kasih bu sudah menyemangati kami terus," ujarnya.[ida]

Komentar Pembaca
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00