"The Santri" Dikritik Hingga Diboikot, Ini Sinopsisnya

Seleb  SELASA, 17 SEPTEMBER 2019 , 11:40:00 WIB

net

RMOLSumsel. Film karya Livi Zheng "The Santri" yang mengangkat kehidupan para santri justru menuai protesan hingga boikotan. Bahkan tagar #boikotthesantri sempat menjadi topik terpopuler di Twitter Indonesia dengan lebih dari 15 ribu cuitan.

Dalam trailer resmi, kisah itu berfokus pada kehidupan di sebuah pondok pesantren yang sedang mempersiapkan perayaan Hari Santri. Seorang guru menjanjikan bahwa enam orang santri terbaik akan diberangkatkan dan bekerja di Amerika Serikat.

Menurut Imam Pituduh dari NU Channel, The Santri dipersembahkan sebagai wahana untuk menginformasikan dan mengkomunikasikan keberadaan dunia santri dan pesantren yang memiliki pemahaman tentang Islam yang ramah, damai dan toleran dengan komitmen cinta tanah air, serta anti terhadap radikalisme dan terorisme.

Serta memotret kehidupan keberagamaan dan komunitas lintas iman, kemudian mempromosikannya.

Seruan boikot awalnya datang dari  Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI), Hanif Alathas yang juga merupakan menantu Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. "Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya," kata Hanif dalam selebaran yang beredar, Minggu (15/9). Poster itu telah dikonfirmasi kebenarannya oleh Juru Bicara FPI Slamet Maarif.

Sedangkan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur Luthi Bashori meminta para santrinya tidak menonton film tersebut. Menurutnya, adegan yang tampak pada trailer film tidak mencerminkan syariat Islam.

"Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja," kata Luthfi. Film The Santri diinisiasi oleh Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). Selain Livi Zheng, sang adik, Ken Zheng juga turut menyutradarai film ini. Dikutip dari laman PBNU,The Santri akan mengangkat nilai dan tradisi pembelajaran pondok pesantren yang berbasis kemandirian, kesederhanaan, toleransi, kecintaan terhadap tanah air, serta sikap anti terhadap radikalisme dan terorisme.

Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Novel Chaidir Hasan Bamukmin menilai film yang dijadwalkan rilis Oktober itu, membahayakan akidah umat Islam dan lebih berbahaya dari teroris.

"Kami menolak film sesat tersebut karena mengusung paham sekularisme, pluralisme, dan liberalisme yang sudah difatwakan oleh MUI Pusat pada 2005 No 7, yang menyatakan bahwa (paham) sipilis (sekularisme, liberalisme, pluralisme dan sosialisme) itu sesat," ujarnya.[sri/net]



Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00