Sekarang, Mungkin KPK Tengah Sadap Presiden

Politik  SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 08:17:00 WIB

Sekarang, Mungkin KPK Tengah Sadap Presiden
RMOLSumsel. Kekuasaan yang tak terbatas selama ini membuat Komisi Pemberantasan Korupsi bisa melakukan apa saja, terutama dalam soal penyadapan. Oleh karena itu, KPK bisa menyadap pembicaraan siapa saja termasuk Presiden, Wakil Presiden, dan lainnya.

Demikian dikemukakan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, di mana ia  menyatakan pihaknya protes keras orang-orang yang menyerang pribadi Presiden Jokowi diserang terkait polemik revisi UU KPK.

"Kami mengkritik keras mereka-mereka yang menggunakan hal (hinaan, red) tersebut sebagai upaya mendiskreditkan presiden," kata Hasto di kawasan Bogor dilansir JPNN, Senin (16/9).

Dia mengaku akhirnya mau bicara soal polemik KPK karena sudah ada pihak-pihak tertentu yang menyerang Presiden Jokowi secara pribadi. Pihaknya mendapat informasi soal adanya media massa tertentu yang secara kurang etis menampilkan karikatur bergambar Jokowi dan pinokio.

"Sebenarnya dari aspek etika, tidak memenuhi ketentuan sopan santun itu," imbuh Hasto.

Menurut Hasto, Jokowi telah bertindak tepat, termasuk soal revisi UU KPK. Dia menyadari, Jokowi telah melakukan dialog dengan KPK secara intens, tetapi pada saat bersamaan juga mengharapkan adanya kepastian hukum agar kekuasaan yang tanpa batas itu memiliki mekanisme check and balance.

Dengan itu, pemeriksaan korupsi ke depan dapat dilakukan dengan lebih progresif tetapi disertai dengan komitmetn yang tinggi dari seluruh aparat penegak hukum untuk tidak melanggar hukum.

Dengan demikian nanti tidak ada lagi mereka yang ditetapkan sebagai tersangka dengan tergesa-gesa, tidak ada lagi penyadapan dilakukan tidak sesuai dengan prosedur. Selama ini, penyadapan itu bisa dipakai karena kepentingan-kepentingan politik tertentu.

"Siapa yang memastikan presiden tidak disadap (KPK, red)? Siapa yang memastikan wakil presiden tidak disadap? Sampai sekarang kita tak jelas," katanya.

Oleh karena itu, Hasto mengaku pihaknya mendukung penuh dan tidak akan membiarkan Jokowi sendiri. Pasalnya, Hasto meyakini Jokowi sebelum mengambil keputusan, selalu mempertimbangkan dengan dalam, mendengar masukan dari banyak pihak.

"Ketika Pak Jokowi telah mengambil keputusan itu, artinya pertimbangannya sangat matang dan itu semua didedikasikan bagi upaya suci untuk memberantas korupsi dengan benar, bukan dengan melanggar hukum," kata Hasto. [ida]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00