Tanggulangi Kemiskinan, Bupati Banyuasin-Rektor UMP Tandatangani MOU

Daerah  SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 09:35:00 WIB | LAPORAN: BUBUN KURNIADI

Tanggulangi Kemiskinan, Bupati Banyuasin-Rektor UMP Tandatangani MOU
RMOLSumsel. Tanggal 18 September 2019 nanti genap satu tahun H Askolani memimpin Kabupaten Banyuasin. Untuk memajukan Bumi Sedulang Setudung, Askolani menjalin dukungan multipihak termasuk dunia akademik.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin bersama Universitas Muhammadiyah Palembang menjalin kerjasama, yang MoU-nya ditandatangani lamgsung Bupati bersama Rektor Universitas Muhammadiyah Palembang DR Abid Djazuli; serta penandatanganan MoA oleh Kepala  Bappeda Litbang Kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim dan Dr Rusdi A Sirodj di Kampus UMP Kemarin.

Menurut Bupati, pembangunan di Banyuasin memiliki 7 program pokok yaitu prioritas Banyuasin Bangkit Adil dan Sejahtera yaitu Perbaikan Infrastruktur; Pertanian; Pelayanan Publik Kesehatan; UMKM; Pendidikan Cerdas;  Telegius; dan Terbuka.

Semua ini didukung dengan potensi wilayah Banyuasin antara lain sebagai daerah penyangga Ibukota Provinsi Sumatera Selatan, Kota Palembang. Juga luas wilayah yang terhampar, taman nasional hutan manggrove terbesar di Asia tenggara dan potensi lainnya.

"Oleh karena itu perlu didukung oleh dunia akademik dalam mengoptimalkan potensi tersebut, terutama didalam menyusun langkah strategis yang jitu untuk memberdayakan hal ini." ungkapnya usai memberi kuliah umum pada 300 mahasiswa dari setiap Fakultas di UMP.

Dirinya juga menjelaskan,  tingkat kemiskinan masih menjadi masalah serius di Indonesia termasuk di Banyuasin. Persentase kemiskinan di Banyuasin masih mencapai 11,8% dan ini merupakan nilai yang perlu menjadi perhatian.

Karena sesuai dengan RPJMN Nasional, Presiden Jokowi mencanangkan untuk menurunkan tingkat kemiskinan dengan memaksimalkan pemberdayaan kemasyarakatan seperti  pariwisata, UMKM, pertanian dan lain lain.

Dan jangan minder karena miskin. Seharusnya karena miskin kita terpacu untuk lebih berusaha bangkit menuju keberhasilan dengan belajar yang baik," tandas Bupati.

Ia juga mengungkapkan jika dirinya lahir bukan dari keluarga kaya, bukan dari keluarga pejabat dan bukan dari pengusaha besar. Namun, H Askolani lahir dari keluarga miskin dari desa.

Oleh karna itu, H Askolani berpesan kepada mahasiswa dan masyarakat untuk tidak minder dengan kondisi sekarang,  atau bangga dengan status sekarang karena anak orang kaya. Tapi buktikan 5-10 tahun ke depan nantinya.

" Saya berharap adik adik mahasiswa menjadi berhasil bahkan lebih dari dari saya sebagai bupati yang adik adik mahasiswa bisa raih," tandas bupati mengakhiri kuliahnya. [ida]

Komentar Pembaca
Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

Tiru Cara BG, Siasat Imam Nahrawi Lolos dari KPK

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 23:19:03

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

Lomba Pacu Jalur Peserta Terbanyak

SABTU, 19 OKTOBER 2019 , 14:31:46

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

Ini Skenario Gerindra Masuk Kabinet

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 21:08:45

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00