Warisan Habibie Harus Masuk UU

Politik  KAMIS, 12 SEPTEMBER 2019 , 16:26:00 WIB

Warisan Habibie Harus Masuk UU

net

RMOLSumsel. Agar tak hilang dan hanya jadi kenangan, warisan pemikiran dan usaha di bidang teknologi yang dikembangkan Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie harus dimasukan ke dalam Undang-Undang Pembangunan Teknologi Nasional.

Hal itu disampaikan Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Prof Didik J Rachbini, yang juga mantan pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI). Didik pun ikut menyampaikan duka cita atas wafatnya BJ Habibie.

"Rekan-rekan, sahabat semua, tokoh besar wafat Indonesia pasti berduka. Sebagaimana warga masyarakat lainnya, saya selaku warga masyarakat dan anak buah Prof Habibie di dalam kepengurusan organisasi ICMI - Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia menyampaikan rasa duka yang mendalam," ucap Didik J. Rachbini kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (12/9)

Habibie, menurut Didik, memiliki latar belakang pendidikan modern dan berperan dalam sejarah peralihan dari Orde Baru ke era Reformasi yang lebih demokratis.

"Dalam masa kepemimpinannya yang singkat telah banyak kebijakan yang mendorong ke arah demokratisasi politik, desentralisasi, Bank Indonesia yang independen, pemberantasan korupsi, dan sebagainya. Boleh dikatakan bahwa Habibie adalah Bapak Demokrasi Indonesia," jelasnya.

Selain itu, Habibie juga sosok yang mengenalkan konsep ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat atau yang dikenal dengan istilah IPTEK. Bahkan modernisasi Indonesia juga melalui kiprah dan pemikiran Habibie.

Termasuk warisan pemikiran dan usaha yang sudah dilakukan Habibie dalam bidang teknologi, menurut Didik, harus dilanjutkan untuk memperkuat Indonesia dalam bidang teknologi.

"Warisan PT PAL untuk bidang perkapalan, PINDAD untuk persenjataan, IPTN untuk kedirgantaraan, seharusnya masuk dalam kerangka Undang-undang Pembangunan Teknologi Nasional dan kekuatan militer, agar Indonesia tidak diremehkan oleh dunia internasional. Ini yang diabaikan selama ini sehingga Indonesia tergantung kepada teknologi luar," pungkasnya.[sri]






















Komentar Pembaca
Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

Ada Enggar Di Balik Kasus Impor Pangan

SENIN, 16 SEPTEMBER 2019 , 01:14:11

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

Gerindra Tolak Revisi UU KPK, Ada Apa?

SABTU, 14 SEPTEMBER 2019 , 06:44:37

Celoteh Jokowi Tidak Ada Kebakaran Hutan Faktanya Nol Besar
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00

Wabup OKU Jadi Orang Pertama Daftar Bacabup

Wabup OKU Jadi Orang Pertama Daftar Bacabup

Daerah11 September 2019 13:36

Sepele, Pria Ini Duel Maut dengan Paman dan Tewas
Marjito-Yudi-Yoni Pimpin DPRD OKU

Marjito-Yudi-Yoni Pimpin DPRD OKU

Daerah11 September 2019 15:33

Pulang Kampung, Ketua KPK Ziarah ke Makam Orangtuanya
2 Oknum Polisi Bisnis Shabu

2 Oknum Polisi Bisnis Shabu

Kriminal12 September 2019 18:33

Hari Ini Sriwijaya FC Bertekad Wajib Menang...

Hari Ini Sriwijaya FC Bertekad Wajib Menang...

Sriwijaya FC16 September 2019 11:30

Siang Ini DPR Bentuk Pansus Pemindahan Ibukota
Tak Ada Perkebunan Terbakar di Riau..

Tak Ada Perkebunan Terbakar di Riau..

Investigasi16 September 2019 10:52

Masih Kerja, Ketua KPK Lantik Sekjen-Direktur

Masih Kerja, Ketua KPK Lantik Sekjen-Direktur

Politik16 September 2019 10:29

Atlet Lampung Ikuti Kejuaraan Bulutangkis di Rusia