Datangi Kantor BPPD Palembang

Paguyuban Pecel Lele Tidak Mau Lagi Terprovokasi Soal Pajak

Ekonomi  RABU, 11 SEPTEMBER 2019 , 20:32:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Paguyuban Pecel Lele Tidak Mau Lagi Terprovokasi Soal Pajak

Paguyuban pedagang pecel lele datangi BPPD Palembang/RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Ratusan pedagang pecel lele di Kota Palembang akhirnya bisa bernafas lega setelah mendapat informasi yang sebenar-benarnya terkait informasi pemasangan e-tax yang saat ini sedang gencar-gencarnya dipasang Badan Pengelola Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang.

Dimana, apa yang disangkakan pedagang pecel lele terkait pemasangan alat e-tax ke seluruh pedagang, selama ini salah dan tidak ingin lagi terprovokasi kelompok-kelompok tertentu.

H. Sisam Hadi Ketua paguyuban pecel lele Lamongan Palembang Sumsel bersatu menerangkan, selama ini ada kelompok tertentu yang mengatakan jika seluruh pedagang pecel lele akan dibebani pajak.

Namun, setelah mendapat penjelasan langsung dari Kepala BPPD Kota Palembang hari ini, Rabu (11/9/19), seluruh pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pecel Lele Lamongan Palembang Sumsel bersatu ini, akhirnya mendapat penjelasan yang sebenarnya.

"Hari ini kami sengaja datang dan mendengar langsung terkait penerapan pajak bagi usaha pecel lele. Ternyata, tidak ada pajak bagi usaha kecil seperti pecel lele kaki lima yang menggunakan tenda," terangnya.

Pria yang akrab disapa Haji Sisam ini menerangkan, siap bersinergi dengan BPPD Kota Palembang terkait sosialisasi penerapan pajak restoran.

Bahkan, pihaknya siap mendorong pedagang yang sudah untuk beromzet besar untuk mulai menerapkan pajak 10% dalam setiap transaksinya.

Sebagai kontribusi pedagang pecel lele tenda yang belum diwajibkan memungut pajak, pihaknya berencana akan gotong royong secara kelompok menyisihkan untuk pajak, sebagai bentuk kontribusi terhadap pembangunan Palembang.

"Kami siap berkontribusi, jika pecel lele kami omzetnya sudah besar dan tempatnya permanen. Untuk sekarang hanya ada puluhan pedagang pecel lele yang tempatnya jualanya permanen," ulasnya.

Sementara itu, Kepala BPPD Kota Palembang, Kgs. Sulaiman Amin mengatakan, pihaknya menegaskan kepada pedagang pecel lele bahwa tidak dikenakan pajak.

Menurut dia, pihaknya tidak mengenakan pajak kepada UMKM bahkan Pemkot Palembang memberikan bantuan dana bantuan tanpa bunga.

"Kita sudah memberikan pengertian dan penjelasan mengenai pajak ini. Supaya pedagang tidak risau mengenai berkembangnya penarikan pajak," kata dia.

Sulaiman berharap, masyarakat dapat menanyakan persoalan pajak ini kepada orang yang berkompeten. Sehingga mendapat informasi sebenar-benarnya tanpa terprovokasi pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari situasi ini.

"Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi pedagang dan masyarakat yang ingin menanyakan persoalan pajak di kantor BPPD. Jangan mendengarkan pihak yang tidak paham dan bukan yang berkompeten," imbuhnya.

Terkait rencana gotong royong pembayaran pajak secara kelompok, BPPD menyerahkan sepenuhnya kepada paguyuban jika ada inisiatif tersebut.

"Kita serahkan kepada paguyuban mengenai mereka akan ikut berkontribusi bayar pajak," tandasnya.[sri]



Komentar Pembaca
Wong Sumsel Jadi Senator..

Wong Sumsel Jadi Senator..

KAMIS, 25 JULI 2019 , 18:01:00

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

TNI Pati Naik Pangkat

TNI Pati Naik Pangkat

SELASA, 23 JULI 2019 , 07:37:00