Tidak Ada Tahapan Mediasi Lagi, Bakso Granat Mas Azis Harus Disegel

Tidak Mencerminkan Motivator

Ekonomi  SABTU, 07 SEPTEMBER 2019 , 19:59:00 WIB | LAPORAN: RADEN MOHD. SOLEHIN

Tidak Ada Tahapan Mediasi Lagi, Bakso Granat Mas Azis Harus Disegel

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, sangat menyayangkan sikap Bakso Granat Mas Azis yang kurang kooperatif dan tidak mendukung program transparansi yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Kepala BPPD Kota Palembang, Kgs. Sulaiman Amin menerangkan, sejak awal Bakso Granat Mas Azis yang terletak di Jl. Inspektur Marzuki (Pakjo Ujung) Palembang, tidak menunjukkan sikap yang baik, saat didatangi petugas, mulai dari sampling, pemasangan alat e-tax hingga berakhir pada Surat Peringatan (SP) III.

"Kita harus menyegel dan tidak ada lagi tahapan mediasi. Tahapan selanjutnya adalah, tujuh hari kedepan persiapan penyegelan berdasarkan SK Walikota," terangnya.

Sebagai pemenang Wirausaha Muda Mandiri dan motivator tingkat nasional, harusnya mengerti apa fungsi pajak dan berbagai aturan terkait pajak.

"Bank Mandiri adalah bagian dari negara. Harusnya dia paham jika ada peran negara pada setiap modal Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang dikucurkan lembaga perbankan. Dan pajak adalah salah satu pendapatan negara untuk menyuport pertumbuhan UKM," tuturnya.

Selai itu, Sulaiman memastikan jika dalam menerapkan pemasangan E-tax di sejumlah tempat, sudah berdasarkan kajian serta sampling. Jadi, pemasangan Bakso Granat Mas Azis, sudah masuk dalam omzet sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2018, bahwa bagi wajib pungut yang sudah memenuhi syarat menolak, itu bisa diberikan sanksi, bahkan bisa sampai penutupan

Berdasarkan inilah BPPD melaksanakan tugas. Jadi kurang tepat jika dia membanding-bandingkan dengan yang lain. Lantaran disetiap tempat usaha pasti akan diteliti dahulu apakah dipasang atau tidak.

"Mereka membanding-bandingkan dengan tempat lain, kita juga sudah teliti, mereka (Kedai Bakso) layak memungut pajak ke konsumen sebagai layak pungut, mereka di sampling ga mau, dipasang E-tax ga mau, dari awal ga ada niat baik. Yang lain mau aja disampling," cetusnya.

Meski telah meminta maaf, petugas BPPD secara pribadi telah memaafkan yang bersangkutan. Tapi urusan pengrusakan alat negara, yang bersangkutan harus bertanggungjawab.

"Kami harap pihak kepolisian segera memproses permasalahan ini karena menyangkut wibawa Pemkot Palembang termasik KPK. Karena ini adalah atas rekomendasi mereka," ulasnya.

Untuk tahapan selanjutnya, Sulaiman akan segera berkoordinasi dengan Satpol PP, Kepolisian dan TNI untuk melakukan penyegelan.

"Setelah ini, ada tahapan selanjutnya dan akan segera kita eksekusi. Karena dari awal kita sudah memberikan kesempatan tapi yang bersangkutan seperti mempermainkan petugas kita. Bahkan, seperti sengaja memajukan adiknya untuk mengintimidasi petugas," tandasnya. [sri]



















Komentar Pembaca
Gibran, Pemuda Dengan Tulang Punggung yang Muda Membungkuk
Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

Tim Ekonomi Jilid Satu Harus Dirombak Total

SENIN, 14 OKTOBER 2019 , 15:16:32

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

Tari Piring dengan Penari Terbanyak

MINGGU, 13 OKTOBER 2019 , 20:51:12

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

Minta Hujan, Ribuan Jamaah Sholat Istisqo

SELASA, 27 AGUSTUS 2019 , 09:15:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Tinjau Manokwari

Tinjau Manokwari

JUM'AT, 23 AGUSTUS 2019 , 07:12:00