Aparat Keamanan Ditambah, Papua Merasa Diperlakukan Tak Adil

On The Spot  SABTU, 24 AGUSTUS 2019 , 07:38:00 WIB

Aparat Keamanan Ditambah, Papua Merasa Diperlakukan Tak Adil
RMOLSumsel. Kerusuhan  yang kian merebak di Papua Barat tidak bisa diselesaikan dengan pengiriman tambahan pasukan aparat keamanan. Karena rakyat Papua merasa diperlakukan tidak adil jika itu yang dilakukan, sehingga timbul konflik baru.

Begitu yang disampaikan perwakilan Forum Komunikasi Anak Papua, Sammy Jenggu. Menurutnya, pengiriman pasukan aparat keamanan ke Papua akan berdampak menimbulkan konflik baru, bukan meredam kerusuhan yang terjadi.

"Kalau kita datangkan polisi dan tentara itu ke sana (Papua) itu menimbulkan konflik baru. Tidak perlu harus mengirim pasukan ke sana, karena kalau mengirim pasukan kesana itu sama dengan menimbulkan konflik baru. Memangnya kami apa?," ucap Sammy Jenggu seperti diberitakan Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (24/8).

Bahkan masyarakat Papua, kata Sammy, menganggap pemerintah tidak adil lantaran tidak bisa menciptakan rasa aman masyarakat Papua dengan cara mengirim pasukan tambahan aparat keamanan yakni TNI dan Polri.

"Ini kan perlakuan tidak adil, pemerintah masa daerah lain bisa aman tapi di kita tidak aman. Malah kalian (pemerintah) buat situasi tambah keruh dengan mengirim polisi dan tentara, sampai hari ini tidak ada penyelesaian, masyarakat Papua ini siapa?," tegasnya.[ida]

Sehingga, masyarakat di Papua hanya butuh sentuhan hati dari pemerintah untuk dapat kondisi tentram. "Penyelesaian permasalahan di Papua hanya dengan sentuhan hati pasti selesai, tidak perlu dengan jalur militer," pungkasnya.[ida]

Komentar Pembaca
Korban Ledakan Monas

Korban Ledakan Monas

SELASA, 03 DESEMBER 2019 , 09:33:00

Airlangga Daftar Caketum Golkar

Airlangga Daftar Caketum Golkar

SENIN, 02 DESEMBER 2019 , 18:15:00

RI 7 Dan Walikota Milenial

RI 7 Dan Walikota Milenial

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 , 21:42:00