Kerusuhan Manokwari-Video UAS Disetting Hancurkan NKRI

Investigasi  SELASA, 20 AGUSTUS 2019 , 11:59:00 WIB

Kerusuhan Manokwari-Video UAS Disetting Hancurkan NKRI
RMOLSumsel. Beredarnya video penggalan-penggalan ceramah Ustaz Abdul Somad (UAS) serta Kerusuhan Manokwari yang meluas ke Sorong bukan kejadian biasa. Peristiwa itu tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan telah disetting untuk menghancurkan NKRI.

Demikian terungkap dari Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Gerakan Optimis (GO) Indonesia Frans Meroga.

Frans  mensinyalir ada operasi intelijen dari pihak luar di balik peristiwa kerusuhan di Manokwari yang meluas hingga ke Sorong, Senin (19/8). Ia melihat ini upaya pihak luar untuk mengoyak persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia,

"GO Indonesia dan tim khusus kami mencium adanya indikasi intelijen dalam kerusuhan Papua ini. GO Indonesia mengimbau masyarakat Papua jangan mau dan jangan lengah atas skenario intelijen pihak lawan ini," ujar Frans di Jakarta seperti diberitakan JPNN, Selasa (20/8).

Menurut Frans, dugaan adanya operasi intelijen pihak tertentu mulai terendus sejak ramainya taruna Angkatan Darat Enzo yang dikaitkan dengan salah satu organisasi terlarang.

Frans menyatakan GO Indonesia mensinyalir ada pihak tertentu yang ingin menjadikan Enzo martir, sehingga menciptakan narasi negatif mengenai Enzo agar dirinya dipecat dari akademi militer.


"Kita bersyukur TNI tidak terkecoh dengan taktik intelijen musuh sehingga TNI tetap pertahankan Enzo. Kami bangga pada profesionalitas TNI," ucapnya.


Setelah kasus Enzo, kata Frans kemudian, muncul kemudian kasus video dugaan pelecehan simbol agama oleh UAS, hingga kemudian asrama mahasiswa Papua digeruduk.

"Coba lihat rangkaian perisitiwa Enzo, video UAS, hingga kerusuhan di Manokwari, indikasi itu jelas. Indonesia sedang jadi target operasi intelijen. Tetapi tenang saja, Polri dan TNI jauh lebih hebat dari dalang di balik semua ini," katanya.

Lebih lanjut Frans mengatakan, suku Papua, Jawa, Batak, etnis Tionghoa, Dayak dan semua suku yang ada di Indonesia merupakan satu kesatuan dan saudara se-kandung. Karena itu, semua pihak sebaiknya saling menjaga satu sama lain.


"Wahai saudara-saudari kandungku di Papua, kami di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara dan semua daerah di Indonesia akan bersama-sama kalian mengatasi tantangan ini. Kami akan berdiri bersama dengan kalian di Papua," pungkas Frans. [ida]
Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

Dewan Pengawas KPK Jangan Jadi Boneka Kekuasaan

SELASA, 12 NOVEMBER 2019 , 20:09:14

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

Cukai Rokok Naik, Sri Mulyani Pro Asing?

SENIN, 11 NOVEMBER 2019 , 17:50:00

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

Kenapa Wakil Panglima TNI Harus Diaktifkan?

SABTU, 09 NOVEMBER 2019 , 22:30:00

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

Asap Membumbung Tinggi Radius 2 KM

JUM'AT, 20 SEPTEMBER 2019 , 15:20:00

Mahasiswa Demo, Sejumlah Akses Jalan Palembang Macet Parah
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00