100 Hektar Lahan di Muba Masih Dikepung Api

Oleh: Harris Suprapto

Sosial  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 21:59:00 WIB

RMOLSumsel.Hingga sore tadi Satgas Karhutla Sumsel masih berjibaku memadamkan api yang menghanguskan setidaknya 100 hektar lahan gambut di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (14/8).

Dikatakan Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori, titik api baru mulai terdeteksi pada pagi hari ini setelah memantau melalui satelit Lapan dan dikonfirmasi oleh tim patroli udara.

Pantauan satelit di website Lapan, terdapat 105 hotspot terdeteksi di Sumatera Selatan, sejak Selasa (13/8) siang hingga Rabu (14/8) petang. Dengan tingkat kepercayaan di bawah 29 persen sebanyak 3 titik panas, 30-79 persen sebanyak 46 titik panas, serta tingkat kepercayaan di atas 80 persen sebanyak 56 titik panas.

Luasan pasti belum dapat laporan dari tim darat, diperkirakan sekitar 100 hektar. Hasil patroli kemarin tidak terpantau, setelah pengecekan pagi ini dikonfirmasi memang benar. Secara fisik asapnya sangat tebal, namun api tidak terlihat. Sudah kita kerahkan 3 helikopter untuk waterbombing,” ujarnya.

Ansori menjelaskan, tim pemadam darat kesulitan mencapai lokasi kebakaran karena wilayah gambut dan jauh dair lokasi pemukiman. Titik api diduga muncul dari lahan milik warga, yang merembet ke lahan perkebunan milik perusahaan.

Waterbombing siang tadi sudah dilakukan 42 kali namun api belum padam. Sekarang masih dilakukan pemadaman. Tim pemadam terkendala ketersediaan air jauh dari lokasi kebakaran,” jelasnya.

Sementara itu Komandan Satgas Karhutla Sumsel Kolonel Arhanud Sonny Septiono mengatakan, upaya pemadaman menggunakan helikopter di Kabupaten Muba terkendala jarak yang cukup jauh dari landasan udara dan sumber air.

Jarak tempuh ke kawasan Bayung Lencir dari Pangkalan Udara Palembang bisa mencapai 1,5 jam. Dengan keterbatasan bahan bakar, helikopter hanya bisa melakukan pemadaman selama 1 jam sebelum bahan bakar helikopter habis dan  kembali ke pangkalan.

Opsinya kita buat semacam terminal bahan bakar sementara di lokasi terdekat dengan sumber api. Namun kendalanya untuk menyimpan bahan bakar di lokasi pun tidak bisa terlalu banyak karena kondisi lapangan yang kurang memungkinkan,” imbuhnya.[sri]



 

Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00