PAD Sektor Pariwisata di Mura Masih Minim

Laporan: Irhamudin Sutan Parmato

Daerah  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 13:44:00 WIB

PAD Sektor Pariwisata di Mura Masih Minim

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata di Kabupaten Musi Rawas (Mura) membuat pihak terkait di Mura terus berupaya maksimal untuk mencari solusi agar menjadi salah satu sektor PAD andalan di Bumi Lan Serasan Sekentenan tersebut.

Bupati Mura, Hendra Gunawan tidak menampik jika PAD dari sektor pariwisata belum bisa diandalkan. Salah satu yang menjadi pemicu, karena pengelolaan dan pemberdayaan objek wisata yang ada di Mura memang belum maksimal.

"Maka terus kita upayakan, karena keindahan objek wisata yang ada disini tidak kalah dengan daerah lain, dan ini merupakan salah satu karunia tuhan kepada Musi Rawas, jadi wajib kita kelola dengan baik,"jelasnya.

Senada, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Mura, Syamsul Joko Karyono mengatakan, potensi objek wisata di Mura bisa menjadi salah satu destinasi andalan di Sumatera Selatan. Untuk itu pihaknya berharap, dukungan semua pihak untuk memaksimalkan potensi yang ada.

"Kita punya danau alam, air terjun, bukit dan beberapa objek wisata alam andalan lainnya,"jelasnya.

Memang kata Joko, untuk memaksimalkan potensi objek wisata yang ada tidak mudah. Salah satunya adalah kendala lokasi dan jarak tempuh. Salah satu langkah yang diambil pihaknya saat ini, adalah mengoptimalkan pengelolaan objek wisata yang sudah bisa dijangkau masyarakat atau pengunjung.

"Seperti objek wisata Danau Aur, Danau Gegas dan Bukit Cogong," ujarnya.

Sementara Kabid Objek Wisata Disbudpar Kabupaten Mura, Widya Lismayati mengatakan, dari sekian banyak objek wisata di Mura yang sudah menyumbang PAD baru objek wisata Danau Aur di Kecamatan Sumber Harta dan objek wisata Bukit Cogong di Kecamatan STL ULu Terawas. Hanya saja secara angka, di tahun 2018 lalu dari kedua objek wisata tersebut hanya menyumpang PAD dikisaran Rp 20 juta.

"Tapi kita optimis di tahun ini ada penigkatan, karena hingga Juli tahun ini angkanya sudah lebih dari Rp 20 juta,"jelasnya.

Memang kata Widya, sarana penunjang berupa akses transportasi menjadi penentu antusiasme pengunjung. Dari beberapa objek wisata yang ada, pihaknya mencatat Danau Aur dan Danau Gegas menjadi objek wisata yang paling banyak dikunjungi. Tahun 2018 lalu, pengunjung yang datang ke Danau Aur sebanyak 10.650 pengunjung dan Danau Gegas sebanyak 6.418 pengunjung.

"Itu yang menjadi salah alasan kita akan memaksimalkan dan mengembangkan potensi yang ada di Danau Aur, dan kita mohon dukungan semua pihak,"terangnya. [irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00