Digarap Ayah Berulang-ulang, Kembang Hamil Tua

Sosial  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 12:39:00 WIB

Digarap Ayah Berulang-ulang, Kembang Hamil Tua
RMOLSumsel. Kembang baru berusia 15 tahun. Tapi ia tidak gadis lagi. Bahkan sebentar lagi Kembang akan melahirkan. Ia hamil setelah berkali-kali ditiduri ayahnya sendiri, Mulyono.

Peristiwa pertama dilakukan warga Kecamatan Japah, Blora, Jawa Tengah itu di tahun 2014. Saat itu Kembang baru berusia sebelas tahun. Kini Mulyono sudah lupa berapa kali dirinya menggauli Kembang. Perbuatan Mulyono membuat Kembang berbadan dua.

Pengakuannya lebih dari sepuluh kali,” ucap Sugiyanto selaku pengacara Mulyono pekan lalu.

Dia menjelaskan, Mulyono melampiaskan segala fantasi seksualnya dengan Kembang. Saat menggauli Bunga, Mulyono menggunakan tangan, mulut dan alat vitalnya. Paket lengkap, gitu.

”Pelaku ini membujuk korban akan dibelikan handphone supaya mau dicabuli,” ujarnya seperti dikutip dari JPNN, Rabu (14/8).

Sugiyanto menambahkan, Mulyono kali terakhir mencabuli Kembang pada Desember 2018 silam. Perbuatan bejat itu dilakukan di rumahnya sendiri sekitar pukul 23:00. Saat ini (pelaku) sudah ditahan dan sudah di-BAP,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3K) Indah Purwaningsih mengatakan, saat ini Kembang dalam pantauannya.

Sebab, Kembang masih trauma. Janin yang ada di perutnya juga kurang sehat. Karena itu, kondisinya harus benar-benar dijaga.

Sementara itu, Senen yang merupakan kepala desa setempat membenarkan adanya kejadian menyesakkan tersebut.


”Pelakunya ayahnya sendiri," terangnya.

Dia menambahkan, banyak warga yang tidak mengetahui kejadian tersebut. Selama ini korban tinggal bersama pelaku dan neneknya, sedangkan ibunya telah meninggal dunia pada 2015.

”Kami juga enggak tahu sejak kapan itu kejadiannya. Apakah sudah lama digauli, warga juga enggak tahu," jelasnya.

Kapolsek Japah AKP Yulianto menjelaskan, kasus tersebut saat ini sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora.

(Pelaku) baru ditangkap dua minggu lalu di Terminal Ngawen. Mungkin mau pulang. Pelaku sempat kabur ke Jakarta. Yang nangkap langsung unit PPA, kami hanya mem-backup,"  katanya. [ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00