AS Tunda Penerapan Tarif, Bursa China Menggeliat...

Ekonomi  RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 11:32:00 WIB

AS Tunda Penerapan Tarif, Bursa China Menggeliat...
RMOLSumsel. Tiba-tiba saja di tengah kecamuk Perang Dagang, Pemerintah Amerika Serikat (AS) menanggunkan penerapan tarif impor 10 persen terhadap beberapa produk elektronik China.

Keputusan yang dibuat Pemerintah AS kemarin itu disambut hangat oleh para pelaku pasar di bursa China. Hari ini, Rabu (14/8) indeks saham China langsung mengalami penguatan.

Menurut lansiran Bloomberg, indeks saham di Bursa Shanghai naik 1 persen. Sementara di Bursa Hang Seng (Bursa Saham Hong Kong) bahkan naik 1,7 persen, meski unjuk rasa di Hong Kong masih terjadi.

Namun, hal tersebut tak diikuti oleh penguatan mata uang. Sebab, Yuan melemah 0,2 persen terhadap dolar AS. Setelah sebelumnya sempat mengalami lompatan yang menjadikan Yuan lebih kuat, yaitu 7 per dolar AS.

Kenaikan indeks saham ini dipicu oleh ditundanya tarif impor yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump. Pasalnya, ketika Trump mengancam penerapan tarif baru produk impor pada awal bulan lalu, saham China langsung mengalami penurunan hingga 1,5% persen dan Yuan jatuh kurang dari 7 per dolar AS setelahnya.

Toh kenaikan ini masih belum bisa disebut stabil. Karena AS tetap menerapkan tarif baru untuk sejumlah produk impor asal China.

Sejumlah produk asal China memanga tetap akan dikenakan tarif impor 10 persen per 1 September mendatang. Sehingga menurut analis Tiangfeng Securities, Liang Jinxin, hal ini akan memacu lambungan jangka pendek. Mengingat masih ada berbagai macam resiko, termasuk unjuk rasa di Hong Kong yang belum mendapat titik terang.

"Semua orang tahu bahwa gesekan perdagangan tidak akan hilang dalam semalam," ujar Liang.

Para investor pun harus berhati-hati menginggat penyelesaian sengketa dagang masih belum pasti. Negosiasi jangka panjang yang dilakukan oleh China dan AS juga dapat mengancam kegagalan pertumbuhan ekonomi global bahkan memicu perang mata uang.[ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00