Selundupkan Gergaji ke Sel, Indah Divonis Setahun

Laporan : Haris Suprapto

Hukum  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 20:33:00 WIB

Selundupkan Gergaji ke Sel, Indah Divonis Setahun

ILUSTRASI

RMOLSumsel. Terbukti bersalah menyelundupkan gergaji ke sel hingga membuat 30 tahanan kasus narkoba Polresta Palembang melarikan diri, Indah Permatasari (21) dihukum satu tahun penjara.

 

Wanita yang kini sedang hamil besar itu dijatuhi hukuman oleh majelis hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang setelah perbuatannya dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 170 ayat 1 Jo Pasal 56 ke 2 KUHP.

 

Meski hukuman yang dijatuhkan sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Romi Pasolini, namun terdakwa langsung menyatakan menerima. Sehingga majelis hakim yang diketuai Abu Hanifah menyatakan perkara ini memiliki kekuatan hukum tetap.

 

Seperti diberitakan sebelumnya, wanita ini diseret ke meja hijau karena berada di balik kaburnya 30 tahanan kasus narkoba Polresta Palembang, pada 5 Mei lalu. Sebab dirinya lah yang membawa gergaji besi untuk para tahanan memotong terali besi sebelum kabur.

 

Berdasarkan dakwaan jaksa, kejadian berawal sekira dua minggu sebelum kejadian, saat para tahanan melaksanakan mandi sore, tahanan bernama Fahmi (dilakukan penuntutan terpisah) mengajak tahanan lain merusak ventilasi menggunakan potongan kayu sento kamar mandi yang rusak.


Selanjutnya Komaini alias Otong (berkas terpisah) membentuk pinset menjadi kunci pembuka gembok, sehingga sejak malam itu jika situasi sepi tahanan dari kamar N.2 keluar dari kamar dengan membuka gembok dan berusaha menjebol ventilasi menggunakan potongan kayu kusen kamar mandi.

Lalu pada 4 Mei terdakwa datang ke Polresta Palembang mengantar titipan nasi kepada petugas jaga untuk suaminya yang bernama M. Arif (berkas terpisah) yang juga merupakan tahanan di tempat tersebut dan berada di kamar N.3.

Berikutnya sekira jam 12.00 M Arif menelpon terdakwa untuk datang menemuinya jam 14.00 dengan membawa uang, tiba-tiba ada seorang laki-laki mengambil HP dari tangan M Arif dan meminta terdakwa juga membawa gergaji besi.

Atas perintah tersebut, terdakwa membeli gergaji besi di toko bangunan dan menyerahkannya kepada M Arif saat terdakwa datang membesuk. Agar tak ketahuan petugas, gergaji besi itu dipotong menjadi tiga bagian dan dimasukkan ke dalam kantong plastik warna hitam.

Kemudian sekira jam 02.00 Wib Komaini membuka gembok kamar N.2, N.3 dan N.1 menggunakan pinset yang sudah dibentuk dan para tahanan di kamar tersebut keluar. Tak lama kemudian tahanan atas nama Andi (belum tertangkap) memanjat ventilasi udara dan memotong besi terali ventilasi hingga patah dengan menggunakan gergaji yang dibawa terdakwa.

Setelah terpotong, Fahmi dan Alvin (dilakukan penuntutan terpisah) mengambil kayu sento di dalam kamar mandi ruang tahanan N.2 lalu bersama-sama tahanan lain mencungkil besi terali ventilasi yang patah tersebut hingga lepas, setelah itu 30 30 tahanan melarikan diri dari tempat tersebut melalui ventilasi udara. [irm]




Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00