Ahli Kejiwaan: DP Masih Normal

Laporan : Haris Suprapto

Hukum  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 19:41:00 WIB

Ahli Kejiwaan: DP Masih Normal

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Dandenkessyah 02.04.04 Palembang Letkol Ckm dr Hilary yang dimintai keterangan sebagai ahli kejiwaan dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan terhadap kasus minimarket, Fera Oktavia menganggap bahwa terdakwa Deri Pramana masih normal.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Letkol Chk Khazim SH, dr Zahri menyebut bahwa dari hasil pemeriksaan yang telah dilakukan tidak ditemukan gejala atau tanda ganguang jiwa dan terdakwa Prada Deri Pramana masih dalam batas normal.


Pemeriksaan dilakukan dengan cara wawancara selama dua jam dan tes tertulis untuk mengetahui jiwanya terganggu atau tidak,” ucap ahli saat memberikan keterangan di ruang sidang Pengadilan Militer I-04 Palembang, Selasa (13/8).

 

Zahri menambahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, pihaknya juga tidak halusinasi ataupun perasaan lebih hebat dari diri terdakwa.

 

Selain ahli kejiwaan, persidangan juga memeriksa Kompol dr Mansuri yang melakukan pemeriksaan forensik terhadap jenazah korban Fera bersama empat anggota yang lain dan saat dibawa ke RS Bhayangkara Palembang identitas korban juga belum diketahui.

 

Menurut Dokter Forensik dari RS Bhayangkara Palembang ini, pemeriksaan jenazah dilakukan atas permintaan Kapolsek Sungai Lilin dan dari hasil scan sidik jari diketahui bahwa korban bernama Fera Oktavia berusia 21 tahun.

 

Hasil pemeriksaan yang dilakukan, lengan korban dipotong pelaku setelah korban meninggal dunia, karena dekat siku tidak ditemukan aliran atau pun resapan darah. Selain itu korban juga mendapat kekerasan pada bagian kepala hingga tampak di bola mata korban dan terdapat pukulan di bibir bawah.

 

Namun pihaknya tidak menemukan sampel sperma dari kelamin korban, karena saat diperiksa jasad korban sudah membusuk dan mulai rusak. Hanya saja hasil pemeriksaan dipastikan bahwa korban tidak dalam keadaan hamil.

 

Perkiraan korban meninggal sudah dua hari lebih, sebab jenazah sudah membusuk. Serta ada tercium bau minyak tanah di rambut korban yang lengket karena asumsi kita rambut korban disiram minyak tanah,” jelasnya. [irm]


Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00