JK: Bisnis Sektor Energi Listrik Berbahaya

Ekonomi  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 18:00:00 WIB

JK: Bisnis Sektor Energi Listrik Berbahaya
RMOLSumsel. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan seluruh pengusaha Indonesia untuk selalu berhati-hati dalam melakukan usaha. Terlebih jika mereka mengambil proyek di PTPerusahaan Listri Negara (PLN) Persero.

Peringatan ini memang ditekankan oleh JK pada para pengusaha yang berbisnis di sektor energi listrik. Pasalnya, empat direksi PLN terakhir selalu bermasalah dengan hukum.

"Dari lima direksi PLN, terakhir empat masuk penjara," ungkap JK seperti diberitakan Kantor Berita RMOL, Selasa (13/8).

Peringatan tersebut, menurut JK bukan untuk menakuti para pengusaha agar tidak berbisnis dengan PLN, melainkan agar pengusaha lebih berhati-hati dengan proyek listrik yang sedang digarap.

Menurutnya, ia berkata demikian karena tak ingin kasus hukum selalu membelit direksi PLN.

"Faktanya seperti itu. Pengusaha harus jalankan dengan baik," katanya.

Sejumlah pejabat tinggi di PLN terjerat kasus korupsi atas pelaksanaan proyek listrik. Kasus hukum terbaru menjerat mantan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Sofyan diduga menerima suap untuk memuluskan proyek PLTU Riau 1.

Sebelum Sofyan, jerat hukum sama juga menimpa Direktur Utama PLN tahun 2001-2008 Eddie Widiono, Direktur Utama pada 2009 Dahlan Iskan, dan Direktur Utama periode 2011-2014 Nur Pamudji.[ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00