DP Minta Jemput di Pondok Pesantren Banten

Laporan: Haris Suprapto

Kriminal  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 16:05:00 WIB

DP Minta Jemput di Pondok Pesantren Banten
RMOLSumsel. Saksi ketiga dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan yang melibatkan Prada Deri Pramana (DP) menyebut bahwa terdakwa minta jemput di Provinsi Banten.

Hal itu dijelaskan Sersan Mayor Muchlisin, Anggota Den Intel Pomdam II Sriwijaya, saat memberikan keterangan dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Selasa (13/8).

Menurut saksi, pada 12 Juni ia bersama sejumah anggota yang dibagi dalam dua tim berangkat ke Serang, Provinsi Banten, untuk melakuan pencarian terhadap Prada Deri usai terlibat aksi pembunuhan korban Fera Oktavia.

Ia bersama anggota dan Elsa, bibi Prada Deri yang sebelumnya juga sempat diperiksa sebagai saksi berangkat setelah Prada DP memberitahu keberadaanya.

Namun informasi awal yang didapat bahwa DP berada di sebuah pondok pesantren yang ada di wilayah Serang Banten dan setelah tiba di Pelabuhan Merak, tim kehilangan kontak.

Saat itu hanya ada informasi kepada bibinya Elsa, bahwa DP pernah menyebut kalau mau cari saya di pesantren yang tubuh pemiliknya dipenuhi bulu,” ucap saksi.

Hingga akhirnya saksi meminta petunjuk dengan keluarganya yang tinggal Provisi Banten dan diberitahu tentang sebuah pesantren besar di daerah Kabupaten Ciomas, Banten.

Sebelum menuju lokasi yang dimaksud, agar tak dicurigai mereka terlebih dahulu meminjam mobil dengan kerabat saksi.

Karena kita pakai mobil plat BG, maka kita tukar mobil dulu di Kejaksaan Tinggi Banten,” katanya.


Kemudian pada 13 Juni dinihari tim mendatangi Padepokan Monghiang pimpinan Abuya H Sar’i. Namun sebelum bertemu DP mereka bertemu dan diantar Ustad Hasanuddin ke padepokan.

Ketua tim yang masuk ke dalam padepokan, saya menunggu di tempat parkir. Setelah itu mereka keluar dan Deri langsung dibawa,” jelasnya.

Setelah mendapatkan orang yang menjadi target operasi tersebut, tim menuju ke Kantor Kejaksaan Tinggi Banten untuk menukar mobil, sebelum kembali ke Palembang.

Selanjutnya terdakwa diserahkan Pomdam II Sriwijaya. Namun menurut ustad Hasanudin, saat datang terdakwa diantar orang bernama Udin, orang dari luar Banten,” imbuhnya.

Sama seperti saksi sebelumnya, saat dimintai tanggapan oleh ketua majelis hakim, Letkol Chk Khazim SH, Prada Deri juga tak menampik keterangan saksi.[ida]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00