Oknum Ketua BPD Tiga Kali Garap Adik Ipar

Kriminal  SELASA, 13 AGUSTUS 2019 , 12:15:00 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD WIWIN

Oknum Ketua BPD Tiga Kali Garap Adik Ipar

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Ahyar, Oknum Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Way Heling Kecamatan Lengkiti membuat heboh masyarakat Desanya.

Bukan karena prestasi. Tapi karena kelakuan bejatnya yang diduga tega menggarap adik iparnya sendiri, berinisial KA.

Kapolres OKU AKBP NK Widayana mengungkapkan, perbuatan asusila tersebut dilakukan tersangka saat korban menginap di rumahnya.

Di siang hari, tiba-tiba Ahyar mengajak KA ke salah satu kamar di rumahnya. KA sempat menolak dan melawan.

Namun, tersangka mengancam akan membunuh adik iparnya itu jika menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Karena takut, KA pun menuruti perintah Ahyar.

Perbuatan bejat ini sudah dilakukan Ahyar sebanyak tiga kali. Setiap usai melampiaskan nafsunya, Ahyar memberi uang Rp50 ribu agar KA tutup mulut

"Sudah tiga kali tersangka melakukan perbuatannya. Tersangka diamankan di rumahnya setelah salah satu anggota keluarganya melapor ke polisi," ungkap Kapolres.

Penangkapan tersangka oleh tim gabungan mengundang perhatian masyarakat. Warga ramai-ramai mengepung rumah Ahyar untuk membantu polisi menangkapnya agar tak kabur.

"Korban yang masih di bawah umur ini merupakan adik ipar tersangka. Tersangka sendiri merupakan ketua BPD," imbuh Kapolres.

Korban yang masih anak-anak ini mengalami trauma berat. Baik secara fisik maupun psikis.

Polisi sendiri berhasil mengamankan barang bukti berupa sehelai celana KA yang robek di bagian selangkangan akibat perbuatan Ahyar. Dimana artinya ada tindakan pemaksaan.

Kini Ahyar harus meringkuk di sel Mapolres OKU. Ia dijerat dengan pasal 81 dan 82 UU Perlindungan Perempuan dan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara, tersangka Ahyar menyangkal telah melakukan perbuatan seperti yang dituduhkan. Ia mengaku difitnah oleh seseorang.

"Kalau naik motor dan mengajak mandi sudah pernah. Kalau mencabuli tidak pernah," katanya.

Sedangkan Kepala Desa Way Heling, Herwandi, enggan berkomentar banyak mengenai masalah tersebut.

"Kami serahkan kepada Polres untuk proses hukum yang bersangkutan. Apalagi korban dan saksi sudah dimintai keterangan oleh polisi," ujarnya. [sri]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00