23 Kg Sabu Malaysia Masuk OI via Batam

Laporan: Haris Suprapto

Kriminal  SENIN, 12 AGUSTUS 2019 , 12:32:00 WIB

23 Kg Sabu Malaysia Masuk OI via Batam
RMOLSumsel. Barang bukti sabu sebanyak 23 kilogram disita Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumsel dari gudang penyimpanan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Sabu ini dipasok dari Malaysia melalui perairan Batam.

Berdasarkan data diperoleh, narkoba tersebut dipasok dari Malaysia oleh M (DPO) melalui Batam dan kemudian disalurkan melalui Tembilahan, Provinsi Riau, oleh tersangka Usama alias Saka.

 Namun sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah di Provinsi Sumsel dan Lampung, narkoba tersebut terlebih dahulu disimpan di sebuah gudang yang disewa oleh tersangka Andi Eka alias Togar di Jalan Lingkungan IV, Desa Timbangan, Kecamatan Inderlaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir.

 Adapun penangkapan berawal setelah Bidang Pemberantasan BNNP Sumsel yang dibagi dalam dua tim, pertama mengamankan tersangka Andi di Rumah Makan Istana Minang dan kedua, tersangka Yuswadi (40) warga Kecamatan Kuat Malaka, Provinsi Aceh saat berada di Loket Bus Damri KM9, Kecamatan Sukarame Palembang, pada 7 Agustus.

 Dari tangan tersangka Yuswadi diamankan barang bukti sebanyak 1.947 butir pil ekstasi dan tersangka mengaku jika pil setan tersebut didapat dari tersangka Andi. Tanpa bisa mengelak Andi yang sebelumnya diamankan tanpa barang bukti dibawa untuk menunjukkan tempat ia menyimpan narkoba.

Selanjutnya aparat menuju gudang narkoba yang baru dua minggu disewa Andi di wilayah Kabupaten Ogan Ilir, dalam penggeledahan di lokasi tersebut petugas kembali menemukan 23 paket shabu dengan berat 23 kg dan 5.794,5 butir pil ekstasi yang diakui tersangka dikirim oleh tersangka Usama dari Tembilahan, Riau.

Selanjutnya tim menuju Tembilahan, Provinsi Riau, mengamankan tersangka Usama, namun dari pengembangan yang dilakukan di Batam, aparat tidak menemukan M yang merupakan pemasok dari barang haram tersebut.

 Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan didampingi Kabid Pemberantasan AKBP Agung Sugiyonomenjelaskan, komplotan ini merupakan sindikat internasional yang memasok narkoba dari Malaysia, Batam, Tembilahan dan Sumsel sebangai lokasi penyimpanan sebelum didistribusikan sampai ke Lampung.

Tersangka Usama memberikan perintah kepada Andi untuk menyimpan, namun belum sempat didistribusikan sudah lebih dulu kita tangkap dan berdasarkan jumlah barang bukti yang diamankan, setidaknya kita menyelamatkan 130.000 orang dari bahaya peredaran narkoba,” kata Jhon saat memimpin gelar hasil ungkap kasus, Senin (12/8).

 Atas perbuatan tersebut, Jhon menambahkan, para pelaku akan dijerat Pasal 112 ayat 2 dan Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman mati.

 Sementara itu tersangka Andi mengaku, gudang tersebut sengaja ia sewa untuk menyimpan kiriman narkoba dari Usama dan setiap paket yang diterima, Andi mendapat upah sebesar Rp5 juta.

Pertama sudah terima Rp55 juta dan setelah satu minggu sewa gudang barang baru dikirim. Namun belum ada perintah lagi dari Usama mau dikirim kemana,” ucap Andi, warga Baturaja, Kabupaten OKU.

Sedangkan tersangka Yuswadi mengaku pil ekstasi sebanyak 1.947 butir tersebut akan diedarkan ke daerah Mesuji, Lampung. Saya ambil dari Andi, rencananya mau dibawa ke Mesuji,” imbuhnya. [ida]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00