Harga Tiket Pesawat Mahal Sebanding Dengan Fasilitas

Ekonomi  SABTU, 10 AGUSTUS 2019 , 09:43:00 WIB

Harga Tiket Pesawat Mahal Sebanding Dengan Fasilitas

ILUSTRASI

RMOLSumsel. Permasalahan mahalnya harga tiket pesawat masih menjadi isu hangat dikalangan masyarakat, dengan beragam fasilitas yang disuguhkan, mahalnya moda transportasi udara, pesawat seharusnya tak menjadi polemik berkepanjangan. Terlebih jika moda tersebut dibandingkan dengan transportasi jenis lain.

"Kalau angkutan darat dan laut dibandingkan dengan udara, maka transportasi udara lebih mahal. Enggak bisa murah," kata pengamat penerbangan Chappy Hakim di Hotel Sari Pan Pasific di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (9/8).

Sebagai sebuah sistem transportasi yang terpadu dan kecepatan yang diberikan, kata Ceppy, maka tiket pesawat mahal bukan lagi menjadi persoalan.

Namun demikian, yang menjadi persoalan saat ini bukan karena tingginya harga tiket, melainkan waktu kenaikan tarif yang terkesan tiba-tiba d tengah masyarakat yang sudah terbiasa dengan harga tiket murah.

Ditambah, maskapai yang menjual tiket melewati tantangan strategi marketing menghadapi low season maupun peak season.

"Itu menyebabkan berkembangnya orang menjual dengan model macam-macam. Kalau kita beli tiket untuk tahun depan mungkin harganya murah sekali, tetapi pada saat kita tidak berangkat ya hangus," tuturnya.

Soal perbandingan harga tiket domestik yang lebih mahal dibanding rute luar negeri diakui lantaran persoalan strategi marketing.

"Misal beli Jakarta-Kuala Lumpur murah sekali, kenapa? Karena Jakarta-Kuala Lumpur secara keseluruhan dia harus mengisi kursi yang penuh dan tidak penuh sampai Kuala Lumpur, dia jual lah kursi yang kosong itu (harga) murah," jelasnya.

Soal lain adalah nilai tkar rupiah yang melemah. Dalam hal penerbangan, kata dia, mayoritas bertransaksi dengan menggunakan dolar AS. Sedangkan pendapatan di domestik menggunakan rupiah.

Oleh karenanya, pada saat avtur dan cost dolar naik menyebabkan tarif tiket pesawat turut naik.

"Celakanya naiknya itu persis pada saat akan menaikkan tarif menjelang hari raya karena demand-nya tinggi, saat sudah akan naik itu didorong lagi dengan avtur yang naik dan cost dolar yang lain, jadi naiknya lebih tinggi lagi," paparnya.

Kenaikan tersebut belum berbicara mengenai asuransi, maintenance, sumber daya manusia (SDM), pajak hingga jasa pelayanan baik jasa pelayanan airport, service penerbangan, dan lainnya yang rata-rata menggunakan cost di dolar AS.

"Operating cost dana dolar AS dan pendapatan dalam rupiah itu menyebabkan jaraknya jadi jauh sekali. Jadi intinya harga tiket pesawat itu memang mahal dibandingkan moda transportasi lain," tandasnya. [irm]

Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00