Prada Deri Sempat Ketakutan

Laporan: Haris Suprapto

Hukum  SELASA, 06 AGUSTUS 2019 , 16:44:00 WIB

Prada Deri Sempat Ketakutan

RMOLSUMSEL

RMOLSumsel. Sherly, satu dari tiga saksi yang dihadirkan dalam sidang lanjutan terdakwa Prada Deri Pramana dalam persidangan di Pengadilan Militer I-04 Palembang menyebut bahwa terdakwa sempat ketakutan karena kabur dari pusat pendidikan militer di Baturaja.

Saksi merupakan mantan pacar terdakwa yang sempat ditemui Deri sebelum bertemu hingga terjadi pembunuhan terhadap korban Fera Oktaria, pasca kabur dari tempat pendidikan kejuruan Infanteri di Baturaja, Kabupaten OKU pada 3 Mei lalu.

Ketemu hanya di kosan, katanya tak mau keluar karena takut dicari dan dia sempat minta saya mengajaknya pulang ke kampung, tapi tidak bisa karena saya juga kuliah,” ujar Sherly saat memberikan keterangan dalam persidangan, Selasa (6/8).

Kemudian pada 7 Mei malam saksi melihat ada pesan dari Fera di ponsel terdakwa, lalu saat dirinya tertidur, Deri pergi dari tempat tersebut dan mengunci saksi dari luar dan terdakwa juga membawa ponsel saksi.

Saya baru bisa keluar setelah gedor-gedor kos sebelah dan paginya saya telepon ke HP saya ternyata yang mengangkat Iqbal (teman Deri). Saya tanya ke Iqbal kenapa saya dikunci, Deri ngomong dia mau kembali ke Baturaja,” paparnya.

Selanjutnya, pada 9 Mei dirinya baru mengetahui ada seorang perempuan hilang dan disitu saksi baru mengetahui jika perempuan tersebut adalah Fera. Awalnya saya memang mengira jika Fera bersama Deri, tapi setelah di kos itu kami tidak ada kontak lagi,” imbuhnya.

Selain saksi Sherly, dalam persidangan juga memeriksa saksi Imelda Wulandari yang merupakan tetangga sekaligus teman korban. Dirinya membenarkan bahwa selama menjalin hubungan dengan korban, terdakwa kerap berprilaku kasar. Fera dan Deri pacaran sejak 2014, dia (korban) sering cerita, katanya Deri suka mukul,” tuturnya.

Berdasarkan penuturan Fera sebelum meninggal dunia, menurut Imelda, korban sempat ketakutan saat mendengar Deri lari tempatnya menjalani pendidikan di Baturaja. Saya juga pernah melihat Deri sedang membekap mulut korban di rumah Fera,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Oditur Militer I-05 Palembang Kolonel Chk Mukholid mengatakan sampai saat ini sudah delapan saksi yang diperiksa terkait perkara pembunuhan terhadap korban Fera Oktaria dengan pelaku Prada Deri Pramana.

Ahli kejiwaan itu akan kita hadirkan untuk memastikan kejiwaan dari terdakwa, karena sesuai undang-undang tidak bisa menghukum orang gila. Untuk itu diperlukan keterangan dari ahli kejiwaan,” kata Mukholid usai sidang lanjutan Prada Deri, Selasa (6/8).

Menurutnya, memang tidak setiap kasus dilakukan pemeriksaan ahli kejiwaan, hanya saja terdakwa sebagai seorang tentara dimungkinkan mengalami gangguan kejiwaan. Hari ini kita lakukan pemeriksaan tiga saksi, dua diantaranya adalah saksi lanjutan yang dalam sidang sebelumnya tidak hadir,” imbuhnya. [irm]

Komentar Pembaca
Presiden RI-Wakil Presiden RI

Presiden RI-Wakil Presiden RI

JUM'AT, 18 OKTOBER 2019 , 09:37:00

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

Jadwal Pelantikan Presiden RI-Wakil Presiden RI

MINGGU, 20 OKTOBER 2019 , 07:10:00

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

Said Didu Di Tengah Kunjungan Menhan

KAMIS, 07 NOVEMBER 2019 , 17:47:00