Arief Poyuono: Jokowi Sampaikan Pesan Moral

Politik  SENIN, 22 JULI 2019 , 14:23:00 WIB

Arief Poyuono: Jokowi Sampaikan Pesan Moral
RMOLSumsel.Falsafah Jawa yang disampaikan dan dijalankan Presiden Joko Widodo mengandung arti yang sangat tinggi dan pesan moral bagi segenap anak bangsa.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Senin (22/7).

Lewat akun media sosial Twitter beberapa hari lalu, Jokowi menyampaikan pesan moral tentang sebuah kepemimpinan, kekuasaan dan kehidupan di masyarakat yang dalam filsafat Jawa yaitu, lamun siro sekti, ojo mateni (meskipun kamu sakti atau kuat, jangan suka menjatuhkan.

Menurut Arief Poyuono, maknanya dalah jika kita memiliki sebuah kepandaian atau pengetahuan yang lebih, digunakan untuk sebuah dedikasi pada yang Maha Kuasa saja dalam ujud masyarakat, dan bukan untuk saling menjatuhkan dengan sesama.

Falsafah Jawa yang juga mengandung makna tinggi yang senada dengan lamun siro sekti, ojo mateni adalah lamun siro banter, ojo ndhisiki meskipun kamu cepat, jangan mendahului) dan lamun siro pinter, ojo minteri (meskipun kamu pandai, jangan sok pintar).

Jelas Arief Poyuono, lamun siro sekti, ojo mateni juga memiliki makna bahwa kita senantiasa ingat kepada yang Maha Kuasa dan selalu waspada, sekalipun  lebih cepat atau lebih dahulu mengetahui sebuah pengetahuan. Jangan kita mendahului kehendak yang Maha Kuasa.

"Artinya juga kita jangan mendahului keinginan keinginan kita pribadi sebagai pemimpin tetapi lebih mendahulukan hasrat dan keinginan masyarakat lebih dulu," ungkapnya.

Sementara maksud lamun siro pinter, ojo minteri, janganlah sebuah kepandaian dan pengetahuan dijadikan untuk menipu dan menjebak rakyat. Tetapi kepandaian dan pengetahuan harus digunakan untuk kebaikan sesama.

"Kangmas (Jokowi) mengingatkan tiga bentuk filsafat Jawa yang bisa kita gunakan sebagai pegangan hidup kita dalam bermasyarakat. Dan pesan moral bagi para elite politik, pemimpin di Indonesia," ucap Arief Poyuono.

Ditambahkannya, tiga filsafat Jawa bermakna sangat tinggi dan tidak gampang melakoninya. Dan menurutnya, Jokowi sudah menjalankan ketiga filsafat tersebut dalam kepemimpinan dan kehidupan yang dijalankan selama ini.

Konteksnya, lanjut Arief Poyuono, Jokowi ingin adanya sebuah kebersamaan dalam membangun negara, dan dari sisi ekonomi bisa diartikan silahkan menjadi pengusaha yang sukses dan maju tetapi jangan matiin usaha usaha orang kecil. Yang kuat dan mampu diajak untuk saling kerjasama dengan yang tidak kuat dan jangan justru menekan dan mematikan

"Sangat bagus ya untuk bisa didalami dan dijalankan oleh kita semua. Sing wicaksono sing ndalemi. Sing edan sing ora dalemi," pungkasnya.[sri]





Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00