PAN: Mereka Takut Jatah Kursi Menteri Berkurang

Politik  SABTU, 20 JULI 2019 , 23:36:00 WIB

PAN: Mereka Takut Jatah Kursi Menteri Berkurang

Saleh Daulay/net

RMOLSumsel. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay menyebut Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) khawatir jatah kursi menteri mereka berkurang.

Hal ini disampaikan Saleh, Sabtu (20/7) malam, merespons pernyataan anggota Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq yang menuding PAN sebagai partai inkonsisten dan tidak jelas, sehingga dia menolak kehadiran PAN di koalisi Jokowi - Ma'ruf.

aleh menegaskan bahwa sampai sekarang PAN tidak menawarkan diri untuk bergabung ke pemerintah. Sehingga, dia menganggap pernyataan Maman PKB bagian dari euforia dan ingin mendapatkan kue kekuasaan lebih dari yang lain.

Selain itu, kata Saleh, sangat tidak etis jika PKB menyangkutpautkan persoalan bagi-bagi kursi dengan PAN. Kalaupun partai pimpinan Muhaimin Iskandar ingin mendapat lebih banyak jatah menteri, tidak sepantasnya mengaitkannya dengan partai lain seperti PAN.

PKB itu kan memang orientasinya hanya pada kekuasaan. Lihat saja, belum apa-apa sudah minta jatah sepuluh menteri pada presiden. Padahal, mereka sendiri yang bilang soal menteri itu adalah hak prerogatif presiden. Namun, nada yang mereka sampaikan seperti mendikte," ucap Saleh.

Menurut legislator asal Sumatera Utara ini, harus dipahami pernyataan PKB itu sengaja disampaikan guna menutup pintu bagi yang lain untuk bergabung.

"Logikanya, jika ada yang bergabung, mereka khawatir kursi menteri akan dibagi ke banyak partai. Akibatnya, bagian mereka menjadi sedikit. Kan jelas kok arahnya. Hanya persoalan kursi dan kekuasaan saja itu. Tidak lebih," tutur Saleh.

Untuk itu, dia menyarankan PKB mengurus diri sendiri. Bahkan sebelum mengajukan nama menteri lagi ke Jokowi, sebaiknya mengevaluasi terlebih dahulu kinerja menteri-menterinya di kabinet.

Cobalah dievaluasi juga kinerja menteri-menteri PKB dalam periode ini. Jangan sampai berambisi dapat banyak, sementara prestasi menteri yang ada pun hanya biasa-biasa saja. Itu lebih penting daripada mengurus partai lain," tandasnya. [fat/jpnn]



Komentar Pembaca
Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

Chappy Hakim - Tanah Air Udara ( Part1/1 )

RABU, 14 AGUSTUS 2019 , 18:32:35

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

Setelah Rekonsiliasi, Apa Buat Rakyat?

JUM'AT, 09 AGUSTUS 2019 , 20:57:59

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

PLN, Mafia Dan Kontrak Bawah Tanah

KAMIS, 08 AGUSTUS 2019 , 20:02:09

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

Jelang Putusan MK, JK Temui SBY..

RABU, 26 JUNI 2019 , 17:10:00

JAPFA Bantu Korban Banjir

JAPFA Bantu Korban Banjir

SELASA, 25 JUNI 2019 , 11:30:00

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

Audiensi Panglima dan Wasekjen PBB

SELASA, 25 JUNI 2019 , 23:44:00